Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
09/04/2026
CITILIVE

UB Gandeng Indonesia Sehat Jiwa, Bangun Sistem Deteksi Dini Kesehatan Mental Mahasiswa

Shinta lubis
  • April 9, 2026
  • 2 min read
UB Gandeng Indonesia Sehat Jiwa, Bangun Sistem Deteksi Dini Kesehatan Mental Mahasiswa

CITILIVEUniversitas Brawijaya memperkuat sistem perlindungan kesehatan mental mahasiswa dengan menggandeng Indonesia Sehat Jiwa dalam kolaborasi strategis pencegahan krisis psikologis, termasuk bunuh diri.

Kerja sama ini mengemuka dalam sosialisasi penguatan mental health mahasiswa yang digelar di Gedung Widyaloka UB, Selasa (7/4/2026).

Rektor UB, Widodo, menegaskan pentingnya penguatan sistem pendampingan mahasiswa di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan hidup generasi muda.

Program kolaborasi ini tidak sekadar kampanye kesadaran, tetapi menyasar pembangunan sistem terintegrasi di lingkungan kampus.

Bangun “Radar” Kesehatan Mental Mahasiswa

Ketua Program Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, menegaskan pendekatan yang dibangun bersifat preventif, bukan reaktif.

“Kampus harus punya safety net yang hidup, bukan hanya bergerak saat mahasiswa sudah krisis,” ujarnya.

Sistem yang disiapkan mencakup:

  • Hotline non-klinis sebagai pintu awal bantuan
  • Peer support (dukungan sebaya)
  • “Pojok Curhat” sebagai safe space mahasiswa
  • Quick response untuk kondisi darurat
  • Pelatihan relawan dan gatekeeper
  • Rujukan ke layanan klinis dan rumah sakit

Model ini dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak terlambat mendapatkan bantuan.

Tekanan Mahasiswa Semakin Kompleks

Advisor program sekaligus psikiater UB, Frilya Rachma Putri, menyebut masalah kesehatan mental mahasiswa tidak berdiri sendiri.

“Tekanan muncul dari banyak faktor—akademik, keluarga, relasi, hingga kekerasan dan rasa malu mencari bantuan,” jelasnya.

Karena itu, kampus dinilai harus memiliki sistem yang mampu mendeteksi sejak dini.

“Kampus harus menjadi radar, bukan hanya ambulans,” tegasnya.

Target: Sistem Terintegrasi dan Respons Cepat

Melalui kolaborasi ini, Indonesia Sehat Jiwa akan berperan sebagai mitra teknis yang:

  • Mengoperasikan layanan awal non-klinis
  • Menyusun modul pelatihan dosen dan tenaga kependidikan
  • Memberikan supervisi penanganan kasus awal
  • Menghubungkan mahasiswa dengan layanan profesional
Baca Juga:  Pemkot Malang Beri Selamat Kombes Pol Leonardus Simarmata, Atas Jabatan Barunya

Langkah ini diharapkan menjadikan UB sebagai model kampus dengan ekosistem kesehatan mental yang terstruktur, responsif, dan terintegrasi.

Tekan Risiko Bunuh Diri Mahasiswa

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan bunuh diri di kalangan mahasiswa—isu yang kian mendapat perhatian nasional.

Pendekatan berbasis sistem dinilai lebih efektif dibanding penanganan kasus per kasus.

Dengan integrasi layanan, kampus tidak hanya menangani krisis, tetapi juga membangun budaya saling peduli dan akses bantuan yang mudah dijangkau mahasiswa. (Al)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *