Suhu Siang Hari di Malang Tembus 34°C, BMKG Ungkap Penyebabnya
CITILIVE,MALANG — Suhu udara Kota Malang dan sekitarnya terasa semakin terik dalam beberapa hari terakhir. Pada siang hari, suhu dapat mencapai 33–34 derajat Celsius, seiring kondisi atmosfer Jawa yang relatif kering dan minim tutupan awan.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan kondisi tersebut membuat radiasi matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi. Akibatnya, pemanasan permukaan berlangsung lebih intens dan suhu maksimum meningkat.
“Minim tutupan awan membuat pemanasan permukaan lebih kuat, sehingga suhu maksimum siang hari terasa lebih panas,” kata Linda, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kondisi atmosfer di wilayah Jawa pada periode 2–8 Oktober 2026 relatif kering. Situasi tersebut diperkuat posisi gerak semu matahari yang berada di sekitar selatan ekuator.
Radiasi matahari yang cukup kuat ditambah langit yang relatif cerah membuat panas matahari lebih banyak diterima permukaan bumi. Kondisi inilah yang kemudian membuat suhu siang hari di Malang dapat mencapai 33–34°C.
Faktor iklim global juga ikut memengaruhi kondisi tersebut. BMKG mencatat El Nino masih berlangsung, sementara Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mengurangi suplai uap air menuju Indonesia.
Berkurangnya suplai uap air menyebabkan pertumbuhan awan dan peluang hujan menjadi lebih terbatas. Dampaknya, cuaca cerah lebih dominan dan panas lebih terasa terutama pada siang hari.
Meski begitu, BMKG memprediksi kondisi panas tersebut tidak berlangsung terus-menerus. Intensitasnya diperkirakan berangsur menurun seiring meningkatnya pertumbuhan awan dan peluang hujan.
“Penurunan intensitas panas diperkirakan terjadi secara bertahap. Namun, kondisi panas masih dapat terjadi pada hari-hari tertentu selama masa peralihan musim,” jelas Linda.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, mengurangi paparan langsung sinar matahari saat siang, menjaga kondisi tubuh, serta mencukupi kebutuhan cairan. (Shin)
