Siaga Semeru Level III, Erupsi Berlanjut: Warga Dilarang Masuk Radius 13 Km
CITILIVE,MALANG – Aktivitas Gunung Semeru hingga Sabtu (11/4/2026) masih berada pada Level III (Siaga). Status ini menegaskan ancaman erupsi belum mereda dan potensi bahaya masih tinggi.
Pemantauan intensif terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui pos pengamatan resmi. Data aktivitas vulkanik menjadi dasar penentuan status sekaligus rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.
Erupsi Masih Terjadi
Sebelumnya, Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi. Kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dengan arah sebaran menuju utara.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat,” ujar Sadono Irawan mengutip laporan resmi PVMBG.
Aktivitas Vulkanik Tinggi
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas gunung masih fluktuatif. Alat seismograf mencatat amplitudo maksimum hingga 21 mm dengan durasi erupsi lebih dari satu menit.
Data tersebut mengindikasikan tekanan magma di dalam gunung masih aktif dan berpotensi memicu erupsi lanjutan sewaktu-waktu.
Zona Bahaya Diperketat
Pemerintah menetapkan zona rawan yang wajib dihindari. Wilayah tenggara di sepanjang Besuk Kobokan menjadi area paling berisiko.
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak mendekati radius 5 kilometer dari kawah aktif.
Warga di sekitar aliran sungai juga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai untuk menghindari potensi bahaya.
Ancaman Awan Panas dan Lahar
Risiko awan panas guguran masih tinggi, terutama di jalur aliran Besuk Kobokan. Sementara itu, potensi lahar hujan diperkirakan bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Beberapa sungai yang masuk kategori rawan antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. “Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi bahaya bisa terjadi tanpa tanda awal yang jelas,” tegas Sadono.
Warga Diminta Siaga
Dengan status masih di Level III, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Aktivitas vulkanik Semeru yang dinamis berpotensi berubah cepat, terutama saat intensitas hujan meningkat di kawasan puncak. Pemerintah meminta warga untuk terus mengikuti informasi resmi dan tidak mendekati zona terlarang demi keselamatan. (Shin)
