Sanusi Warning 1639 CJH Kabupaten Malang: Siapkan Fisik, Mental, dan Spiritual Sebelum ke Tanah Suci
CITILIVE – Bupati Malang, Sanusi, memberikan peringatan tegas kepada 1.639 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Malang agar benar-benar mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026.
Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026). Sanusi menegaskan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.
“Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik, ketahanan mental, serta kematangan spiritual. Semua harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Menurutnya, para jamaah akan menghadapi berbagai tantangan selama di Arab Saudi, mulai dari perbedaan cuaca ekstrem, kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara, hingga antrean panjang saat menjalankan rangkaian ibadah. Karena itu, kesabaran dan kebersamaan menjadi kunci utama.

Sanusi yang pernah menunaikan ibadah haji pada 1992 itu mengingatkan agar para CJH menjaga kesehatan sejak dini. Ia juga meminta jamaah memperbanyak doa, istighfar, dan selawat agar hati tetap tenang serta fokus menjalankan ibadah.
“Jangan sampai berangkat dalam kondisi kurang sehat. Jaga pola makan, istirahat cukup, dan tetap semangat mengikuti manasik,” ujarnya.
Selain kesiapan fisik dan mental, Sanusi menekankan pentingnya memahami tata cara pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ia berharap melalui manasik haji yang dilaksanakan lima kali — satu kali tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan — seluruh jamaah dapat memahami teknis pelaksanaan secara menyeluruh.
Sementara itu, panitia menyebutkan jumlah CJH Kabupaten Malang tahun ini mencapai 1.639 orang. Dari jumlah tersebut, jamaah tertua berusia 99 tahun dan termuda 15 tahun.
Pemerintah Kabupaten Malang berharap seluruh CJH dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan para jamaah tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki mental kuat dan spiritual yang kokoh dalam menghadapi setiap proses ibadah di Tanah Suci. (Shin)
