Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
14/02/2026
CITILIVE

Sabet 8 Medali dan Jadi Juara Umum Porprov, Atlet Anggar Kota Malang Pulang Tanpa Apresiasi

rifamahmudah
  • Agustus 1, 2025
  • 2 min read
Sabet 8 Medali dan Jadi Juara Umum Porprov, Atlet Anggar Kota Malang Pulang Tanpa Apresiasi

CITILIVE – Atlet anggar Kota Malang mencatatkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025. Mereka berhasil meraih total 8 medali, terdiri dari 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu, sekaligus menobatkan Kota Malang sebagai juara umum cabang olahraga anggar. Namun di balik prestasi tersebut, para atlet pulang ke daerah tanpa medali fisik, piagam, maupun bonus pembinaan dari pemerintah daerah. Kondisi itu memicu kekecewaan mendalam dari para atlet dan orang tua mereka, yang akhirnya mengadukan persoalan ini ke DPRD Kota Malang, Kamis (31/7/2025). “Mereka sudah juara umum, tapi tidak ada penghargaan apapun. Tidak medali, tidak piagam, tidak bonus. Bahkan ucapan selamat pun tidak ada,” ujar orang tua Denalin Muskanan (17), atlet peraih dua medali emas dari nomor perorangan dan beregu putri.

Audiensi dengan Komisi A dan Komisi D DPRD Kota Malang berlangsung di Gedung DPRD. Dalam pertemuan itu, para pendamping atlet menegaskan bahwa perjuangan anak-anak mereka melewati seleksi ketat, pemusatan latihan, hingga bertanding mewakili nama Kota Malang layak mendapat apresiasi nyata. Ketua Komisi A, Lelly Thresiyawati, menyatakan pihaknya menyesalkan lemahnya respons dari lembaga terkait dalam memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi. “Kalau sudah juara umum tapi tidak diapresiasi, ini bukan sekadar kelalaian teknis. Ini menyangkut moral, semangat, dan kepercayaan anak-anak terhadap pemerintah. Kami akan panggil KONI dan Dispora dalam waktu dekat,” tegasnya.

Anggota Komisi D, Dany Agung Prasetyo, juga menyoroti lemahnya perhatian terhadap pembinaan olahraga daerah. Ia menilai Pemkot Malang harus segera memperbaiki sistem penghargaan agar tidak mematikan semangat atlet muda. “Prestasi seperti ini seharusnya dirayakan dan dihargai. Jangan sampai Kota Malang dikenal karena prestasi atletnya, tapi juga karena lalai dalam memberi apresiasi,” ujarnya. Para atlet sendiri menyatakan kebingungannya atas minimnya dukungan. Sebagian di antara mereka mengaku mulai kehilangan semangat untuk melanjutkan latihan. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari KONI Kota Malang maupun Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata(Disporapar) Kota Malang mengenai keterlambatan penyaluran medali dan bonus. Atlet Anggar Kota MalangDPRD Kota Malang menyatakan akan mengawal persoalan ini agar para atlet mendapatkan hak dan penghargaan yang layak. (Ab)