Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
03/03/2026
CITILIVE

Rahasia Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Shinta lubis
  • Maret 3, 2026
  • 2 min read
Rahasia Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total, Ini Penjelasan Ilmiahnya

MALANG, CITILIVE – Fenomena Bulan berubah menjadi merah saat gerhana total kerap disebut sebagai Blood Moon. Momen langka ini selalu menyita perhatian publik karena tampilan Bulan yang tidak biasa. Namun di balik warna merah tembaga tersebut, terdapat penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan proses fisika atmosfer Bumi.

Peristiwa ini terjadi saat Gerhana Bulan Total, yakni ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Pada fase ini, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi atau umbra.

Secara teori, Bulan seharusnya gelap karena tertutup bayangan Bumi. Namun kenyataannya, Bulan tetap terlihat — bahkan memancarkan warna merah. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Peran Atmosfer dan Hamburan Rayleigh

Warna merah pada Blood Moon disebabkan oleh proses yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering). Ini adalah fenomena yang sama yang membuat langit tampak biru pada siang hari dan kemerahan saat matahari terbenam.

Dinkes Kota Malang Uji 23 Titik Takjil Ramadan, Ini Hasil Sementara Pengawasannya

Cahaya Matahari terdiri dari berbagai spektrum warna dengan panjang gelombang berbeda. Saat cahaya tersebut melewati atmosfer Bumi:

  • Warna dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu lebih mudah tersebar.
  • Warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan oranye lebih sedikit terhambur.

Ketika gerhana total berlangsung, cahaya Matahari yang melewati tepi atmosfer Bumi akan kehilangan komponen birunya dan menyisakan warna merah. Cahaya merah inilah yang kemudian dibiaskan menuju Bulan dan dipantulkan kembali ke Bumi.

Akibatnya, Bulan tampak berwarna merah gelap atau jingga, tergantung kondisi atmosfer saat itu.

Dipengaruhi Kondisi Atmosfer

Tingkat kemerahan Bulan tidak selalu sama di setiap gerhana. Faktor seperti debu vulkanik, polusi udara, hingga kelembapan atmosfer global dapat memengaruhi intensitas warna merah yang terlihat.

Baca Juga:  Fakta Unik Gerhana Bulan Ini Sering Tidak Anda Sadari!

Semakin banyak partikel di atmosfer, warna Bulan bisa tampak lebih gelap atau kecokelatan.

Aman Dilihat Langsung

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan total aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Intensitas cahaya Bulan jauh lebih rendah dibandingkan sinar Matahari langsung.

Fenomena Blood Moon menjadi bukti bagaimana interaksi cahaya Matahari dan atmosfer Bumi menciptakan pertunjukan langit yang spektakuler. Alih-alih dikaitkan dengan mitos atau pertanda tertentu, warna merah tersebut sepenuhnya merupakan hasil hukum fisika yang bekerja secara alami.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *