Pemkot Malang Siapkan Tambahan Anggaran 50Miliar, Fokus Prioritas dan Pulihkan Wilayah Terdampak
CITILIVE,MALANG — Pemerintah Kota Malang membidik tambahan ruang fiskal sekitar Rp 50 miliar untuk memperkuat program prioritas pembangunan daerah. Anggaran tambahan ini dipastikan tidak disebar merata, melainkan difokuskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan wilayah kecamatan yang sebelumnya mengalami pemangkasan anggaran.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa skema alokasi tersebut akan diselaraskan dengan program prioritas nasional, visi-misi kepala daerah, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Skemanya nanti kita akan berikan kepada OPD yang memang sejalan dengan prioritas pembangunan, program nasional, visi misi, masih juga dalam RPJMD, dan juga termasuk kecamatan-kecamatan yang tadi sempat terpotong,” ujar Wahyu, Senin (21/9/2026).
Wahyu menjelaskan, angka Rp 50 miliar tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi data seiring masuknya potensi pendapatan tambahan yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam KUA-PPAS. Pemkot Malang saat ini masih mengonsolidasikan data secara rinci sebelum menentukan pagu final untuk masing-masing perangkat daerah.
Genjot Sektor Ekonomi Kreatif Tekan Pengangguran

Selain soal anggaran, Pemkot Malang juga mematok target Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara realistis berdasarkan kondisi riil daerah. Berdasarkan data terbaru, TPT Kota Malang berada di angka 5,97 persen, turun dari sebelumnya 6,10 persen. Pemkot menargetkan TPT maksimal berada di kisaran 5,6 persen pada periode mendatang. Wahyu optimistis angka pengangguran dapat ditekan melalui masuknya investasi, perluasan lapangan kerja formal, serta optimalisasi sektor informal dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, kontribusi sektor ekonomi kreatif di Kota Malang sangat masif dalam menyerap tenaga kerja, meski sebagian belum tercatat secara formal dalam data ketenagakerjaan.”Sekarang dengan kota kreatif ini akhirnya banyak membuat pekerja-pekerja yang tidak bekerja di sektor formal, tapi di informal. Mereka bisa mengurangi pengangguran,” pungkasnya. (Shin)
