Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
17/01/2026
CITILIVE

Pemkot Malang Siapkan Rp300–500 Juta APBD 2026 Demi Perkuat Pondasi Jembatan Splendid

rifamahmudah
  • Januari 17, 2026
  • 2 min read
Pemkot Malang Siapkan Rp300–500 Juta APBD 2026 Demi Perkuat Pondasi Jembatan Splendid

CITILIVE — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan anggaran Rp300 juta hingga Rp500 juta dari APBD 2026 untuk penguatan pondasi Jembatan Brawijaya atau Jembatan Splendid. Langkah ini diambil menyusul adanya gerusan pada bagian pondasi yang berpotensi mengganggu keamanan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyatakan penganggaran tersebut difokuskan pada pekerjaan penguatan struktur bawah jembatan sebagai langkah antisipatif.

“Teman-teman menganggarkan sementara untuk penguatan pondasi yang sebelumnya tergerus,” kata Dandung. Meski demikian, Dandung menegaskan bahwa kondisi konstruksi Jembatan Splendid saat ini masih aman digunakan. Ia menekankan sejak awal jembatan tersebut memang dirancang hanya untuk kendaraan roda dua, bukan untuk kendaraan roda empat.

“Kalau bicara konstruksi, jembatan masih aman. Jembatan Brawijaya memang tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, jadi fungsinya untuk roda dua,” ujarnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan, hasil evaluasi teknis menunjukkan kondisi jembatan masih layak fungsi selama digunakan sesuai peruntukannya.

“Jembatan Splendid masih aman untuk masyarakat. Namun, kami tidak menunggu sampai ada risiko. Penguatan pondasi sudah kami siapkan agar keamanannya lebih terjamin ke depan,” ujar Wahyu.

Selain penguatan pondasi, Pemkot Malang juga menyiapkan penataan kawasan Splendid secara menyeluruh. Penataan ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan kawasan Kayutangan, yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Malang.

“Nanti ada penataan kawasan seperti yang disampaikan Pak Wali. Penataan tidak hanya jembatan, tapi juga kawasan pasar. Akan ada konsep pasar senggol,” jelas Dandung.

Kepastian keamanan jembatan ini turut disambut pedagang hewan (burung) di kawasan Pasar Splendid. Salah seorang pedagang, Sutrisno, mengaku sempat khawatir aktivitas jual beli terganggu akibat isu kondisi jembatan.

Baca Juga:  H-1 Deklarasi Disability Seven Summits Indonesia: 25 Pendaki Siap Jalani Misi Bersejarah

“Kami sempat cemas kalau jembatan ditutup total, karena pengunjung ke pasar bisa berkurang. Kalau memang aman dan diperbaiki, tentu kami lega,” ujarnya.

Ia berharap rencana penataan kawasan yang disiapkan Pemkot Malang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekonomi pedagang.

“Yang penting kami tetap bisa jualan dengan nyaman dan pembeli mudah akses ke pasar,” tambahnya.

Melalui revitalisasi kawasan tersebut, Pemkot Malang menargetkan konektivitas yang lebih kuat antara Kayutangan dan Splendid. Kawasan ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik aktif dan destinasi wisata perkotaan. “Penataan kawasan ini untuk menyambungkan Kayutangan dengan Splendid. Kita akan revitalisasi kawasan secara terpadu,” pungkas Dadung. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *