Peminat PTN Naik 40 Ribu, Sistem SNBT Dirombak: Peserta Tak Lagi Pilih Kampus Ujian
CITILIVE – MALANG – Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2026 mencatat lonjakan signifikan. Secara nasional, jumlah pendaftar meningkat sekitar 40 ribu orang, memicu persaingan yang semakin ketat, khususnya pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I Ibrahim Bafadal dalam konferensi pers pelaksanaan SNPMB di Universitas Negeri Malang, Senin (30/3/2026).
“Secara nasional ada kenaikan sekitar 40 ribu pendaftar. Mereka yang tidak lolos SNBP hampir pasti akan masuk ke jalur SNBT,” ujarnya.
Lonjakan ini dipastikan membuat kompetisi kian sengit, mengingat daya tampung PTN tidak mengalami peningkatan signifikan.
Perubahan paling mencolok tahun ini terjadi pada sistem pelaksanaan SNBT. Jika sebelumnya peserta bebas memilih kampus lokasi ujian, kini skema tersebut dihapus.Peserta hanya diminta memilih wilayah atau kota, sementara penentuan lokasi ujian sepenuhnya diatur panitia pusat.
“Peserta cukup pilih wilayah, misalnya Malang. Nanti sistem yang menentukan apakah ujian di UB, UM, UIN, atau kampus lain,” jelas Ibrahim.
Sejumlah kampus di Malang seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tetap menjadi pusat pelaksanaan ujian.
Kebijakan ini disebut untuk:
• mencegah penumpukan peserta di kampus tertentu
• mengurangi potensi kecurangan
• serta memastikan distribusi ujian lebih merata
Meski sistem berubah, panitia memastikan peserta tetap memiliki waktu untuk beradaptasi. Lokasi ujian akan diumumkan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan tes.
Dengan skema ini, peserta diminta lebih siap secara teknis, termasuk mengenali lokasi ujian yang ditentukan.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga kembali menegaskan pembatasan jalur mandiri di PTN, khususnya berstatus PTNBH.
Di Universitas Negeri Malang, jalur mandiri disebut berada di kisaran 49 persen, sementara sisanya melalui SNBP dan SNBT.
Kebijakan ini untuk menjaga akses pendidikan tetap terbuka dan tidak didominasi jalur berbiaya tinggi. Di tengah tingginya persaingan, pemerintah juga mendorong kampus memperluas skema beasiswa, terutama bagi mahasiswa berprestasi namun terkendala ekonomi.
Arahan tersebut menjadi penting agar lonjakan peminat tidak justru mempersempit akses kelompok kurang mampu ke pendidikan tinggi. Untuk menghindari penumpukan pendaftar pasca pengumuman SNBP (15 April 2026), pendaftaran SNBT telah dibuka lebih awal. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus memastikan proses seleksi berjalan lebih tertib. (Shin)
