Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
23/03/2026
CITILIVE

Pasca Lebaran, Warga Diminta Kendalikan Pola Makan: Kemenkes Ingatkan Risiko Kesehatan

Shinta lubis
  • Maret 23, 2026
  • 2 min read
Pasca Lebaran, Warga Diminta Kendalikan Pola Makan: Kemenkes Ingatkan Risiko Kesehatan

CITILIVE – Momen Lebaran yang identik dengan hidangan tinggi lemak dan gula berpotensi memicu gangguan kesehatan jika tidak diimbangi pola hidup sehat. Masyarakat diimbau segera mengembalikan pola makan dan aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh pasca Hari Raya.

Berdasarkan informasi yang dirilis media lokal, banyak masyarakat mengalami keluhan seperti kembung, lemas, hingga kenaikan berat badan setelah Lebaran akibat konsumsi makanan berlebih dan kurang aktivitas fisik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat melalui prinsip CERDIK, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat, istirahat cukup, dan kelola stres.
Salah satu faktor utama penurunan kondisi tubuh setelah Lebaran adalah pola makan yang tidak terkontrol. Peralihan dari kebiasaan puasa ke konsumsi makanan bebas kerap membuat masyarakat makan secara berlebihan.

Pakar kesehatan mengingatkan agar Lebaran tidak dijadikan ajang “balas dendam” setelah berpuasa, karena dapat memicu gangguan pencernaan hingga penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi.
Untuk memulihkan kondisi tubuh, masyarakat disarankan mulai menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta protein rendah lemak, dan membatasi makanan tinggi gula serta santan.

Selain itu, asupan cairan juga perlu diperhatikan dengan memenuhi kebutuhan air putih minimal delapan gelas per hari guna menjaga hidrasi tubuh.
Tidak hanya pola makan, aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pasca Lebaran. Olahraga ringan seperti jalan kaki selama 30 menit per hari dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menjaga pola tidur dengan durasi 7–8 jam per malam untuk memulihkan stamina setelah aktivitas selama libur Lebaran.
Jika mengalami keluhan seperti pusing, gangguan pencernaan, atau kondisi tubuh yang tidak membaik, masyarakat disarankan segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga:  Forkopimda dan Membangun Sinergi Kota Malang: Menuju Kemajuan Bersama

Pengendalian pola makan sejak awal dinilai penting untuk mencegah lonjakan masalah kesehatan yang kerap terjadi setelah momen Lebaran.
Lebaran seharusnya menjadi momen kebahagiaan, bukan awal dari masalah kesehatan. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk menjadikan pasca Lebaran sebagai titik awal kembali ke gaya hidup sehat dan seimbang.

Dengan pola makan terkontrol, aktivitas fisik terjaga, serta istirahat cukup, kondisi tubuh diharapkan dapat kembali bugar untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *