OJK Malang Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil hingga November 2025, Kredit Tumbuh dan Risiko Terkendali
CITILIVE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memastikan sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya tetap stabil dan terjaga hingga November 2025. Kinerja positif tersebut ditopang oleh perbankan yang solid, ketahanan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), pertumbuhan signifikan pasar modal, serta penguatan edukasi dan pelindungan konsumen.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan regional menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Perbankan Solid, Kredit Tumbuh 4,53 Persen

Di sektor perbankan, OJK Malang mencatat pertumbuhan kredit 4,53 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp109,06 triliun. Penyaluran kredit didominasi sektor rumah tangga sebesar 29,85 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran 19,42 persen, serta industri pengolahan 16,53 persen.
“Pertumbuhan kredit ini mencerminkan peran perbankan yang tetap kuat dalam mendukung sektor riil dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Farid.
Secara jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh 8,97 persen yoy, sejalan dengan tren nasional yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir sebesar 17,98 persen yoy. OJK menilai peningkatan kredit investasi menjadi indikator meningkatnya ekspansi usaha dan kapasitas produksi.
Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 2,72 persen, naik terbatas dibanding November 2024 sebesar 2,47 persen dan masih dalam batas aman.
Total aset perbankan di tujuh wilayah kerja OJK Malang tumbuh 8,36 persen yoy menjadi Rp184,97 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp105,23 triliun atau tumbuh 4,05 persen yoy.
Sementara itu, perbankan syariah juga mencatat kinerja positif. Pembiayaan Bank Umum Syariah (BUS) tumbuh 5,37 persen yoy, sedangkan BPRS melonjak 23,26 persen yoy. DPK BUS tumbuh 10,16 persen yoy dan BPRS 13,44 persen yoy.
IKNB Tetap Tangguh, Modal Ventura Tumbuh Dua Digit
Pada sektor IKNB, OJK Malang mencatat pendapatan premi asuransi sebesar Rp1,688 triliun, meskipun turun 14,15 persen yoy, seiring penurunan klaim 5,56 persen yoy menjadi Rp1,378 triliun.
Aset dana pensiun tumbuh 5,53 persen yoy menjadi Rp237,59 miliar, dengan nilai investasi naik 3,42 persen yoy.
Di sektor pembiayaan, piutang tercatat Rp7,08 triliun dengan NPF terjaga di 3,27 persen. Sementara itu, pembiayaan modal ventura tumbuh signifikan 21,06 persen yoy menjadi Rp430 miliar, disertai perbaikan risiko kredit. Kinerja positif juga ditunjukkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan pertumbuhan pinjaman 8,85 persen yoy.
Edukasi dan Pelindungan Konsumen Diperkuat
Sepanjang 2025, OJK Malang menggelar 155 kegiatan edukasi keuangan dengan total 43.462 peserta. Dari sisi layanan, OJK Malang menangani 2.656 layanan konsumen, didominasi isu perbankan, fintech lending, pembiayaan, dan asuransi.
Terkait aktivitas keuangan ilegal, OJK Malang menerima 296 konsultasi, sejalan dengan upaya nasional melalui Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Hingga Januari 2026, dana korban penipuan yang berhasil diblokir secara nasional mencapai Rp436,88 miliar, dengan Rp161 miliar telah dikembalikan kepada korban.
Pasar Modal Tumbuh Kuat di Malang Raya
Aktivitas pasar modal di wilayah kerja OJK Malang menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai transaksi saham naik 151,79 persen yoy, sementara jumlah investor tumbuh 26,53 persen yoy menjadi 373.641 investor. Jumlah nasabah reksa dana juga meningkat 20,84 persen yoy, dengan nilai penjualan melonjak lebih dari dua kali lipat.
Proyeksi 2026 Tetap Positif
OJK Malang memproyeksikan kinerja sektor jasa keuangan pada 2026 tetap solid, ditopang kualitas kredit yang terjaga, permodalan kuat, serta penguatan pengawasan dan pelindungan konsumen.
“Stabilitas sektor jasa keuangan harus terus dijaga agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkas Farid. (Shin)
