Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
15/02/2026
CITILIVE

Musorkablub KONI Kabupaten Malang Ricuh, Debat Pemungutan Suara Picu Skors Sidang

Shinta lubis
  • Februari 15, 2026
  • 2 min read
Musorkablub KONI Kabupaten Malang Ricuh, Debat Pemungutan Suara Picu Skors Sidang

KEPANJEN, CITILIVE – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Malang berlangsung ricuh, Sabtu (14/2/2026). Perdebatan sengit terkait mekanisme pemungutan suara dalam pemilihan Ketua Umum periode 2026–2028 memicu skors sidang selama lebih dari satu jam.

Agenda yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Malang itu awalnya berjalan normal. Namun suasana memanas ketika salah satu calon ketua umum, Zia’ul Haq, menyampaikan keberatan terhadap mekanisme voting yang dinilai belum sesuai kesepakatan awal.

Interupsi demi interupsi mewarnai jalannya sidang. Perdebatan antara peserta Musorkablub dan pimpinan sidang tak terhindarkan hingga forum akhirnya diskors untuk meredam ketegangan dan membuka ruang mediasi.

Setelah dilakukan pembahasan tertutup, sidang kembali dilanjutkan dengan kesepakatan bahwa pemungutan suara dilakukan secara voting tertutup menggunakan kotak suara. Mekanisme tersebut dipilih guna menjaga netralitas dan menghindari polemik lanjutan.

Dalam hasil akhir pemungutan suara, Darmadi memperoleh 40 suara, unggul atas Zia’ul Haq yang meraih 19 suara, sementara satu suara dinyatakan abstain. Dengan perolehan tersebut, Darmadi resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang periode 2026–2028.

Usai penetapan, Darmadi mengajak seluruh cabang olahraga (cabor) untuk kembali bersatu dan fokus pada peningkatan prestasi olahraga daerah.

“Perbedaan dalam forum adalah hal yang wajar. Sekarang saatnya kita bersatu untuk kemajuan olahraga Kabupaten Malang,” ujarnya.

Musorkablub ini menjadi momentum penting bagi arah kebijakan olahraga daerah. Ketua umum terpilih diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet, memperbaiki tata kelola organisasi, serta meningkatkan prestasi Kabupaten Malang di tingkat provinsi maupun nasional.

Meski sempat diwarnai ketegangan, proses demokrasi dalam tubuh KONI Kabupaten Malang akhirnya tetap berjalan hingga menghasilkan keputusan final melalui mekanisme voting yang disepakati bersama. (Al)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *