Menuju Usia 112 Tahun: Malang Menata Fondasi Ekonomi, Gizi, dan Pendidikan Rakyat
CITILIVE,MALANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang tahun 2026, semangat pembangunan semakin terasa di berbagai pelosok kota. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Wahyu Hidayat, Pemerintah Kota Malang mulai mengakselerasi tiga program prioritas nasional yang saling terkait: Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Sekolah Rakyat. Ketiga program ini bukan sekadar proyek pemerintah semata. Mereka menjadi fondasi strategis untuk memperkuat ekonomi warga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat.
Meski masih dalam tahap percepatan dan menghadapi berbagai tantangan, capaian awal menunjukkan tren positif yang membawa harapan baru bagi Kota Malang.
Koperasi Merah Putih: Dari 12 Menuju 57 Titik Penggerak Ekonomi Lokal
Salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan yang sedang tumbuh pesat adalah Koperasi Merah Putih. Saat ini, sudah 12 koperasi yang aktif beroperasi di tingkat kelurahan.
Target yang dikejar adalah 57 koperasi di seluruh wilayah Kota Malang.

Lebih dari sekadar lembaga simpan-pinjam tradisional, koperasi ini dirancang sebagai pusat distribusi sekaligus penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Penataan lokasi dan relokasi terus dilakukan agar koperasi lebih strategis, mudah diakses masyarakat, dan mampu menjadi agregator bahan baku berkualitas bagi pelaku usaha kecil.
“Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar salah satu pengelola koperasi yang sedang dalam proses pendampingan Pemkot Malang.
Dapur Gizi untuk Generasi Emas: 23 Dapur Aktif Layani 43.000 Siswa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG menjadi salah satu sorotan utama karena dampaknya langsung dirasakan oleh anak-anak sekolah. Hingga saat ini, tercatat 67 unit SPPG telah terdata, dengan sekitar 60 unit sudah beroperasi. Sebanyak 23 dapur aktif telah memasok makanan bergizi untuk kurang lebih 43.000 siswa di Kota Malang.
Target tahun 2026 adalah mencapai 120 unit SPPG. Dengan demikian, capaian saat ini berada di kisaran 50–55 persen dari target. Meski belum mencapai angka ideal, dampak nyata sudah mulai terlihat: anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, konsentrasi belajar meningkat, dan orang tua merasakan sedikit ringan beban ekonomi keluarga. Tantangan utama yang masih dihadapi adalah pemerataan distribusi layanan, terutama di wilayah pinggiran kota.
Pemkot Malang terus mendorong percepatan pembangunan unit baru agar manfaat program MBG bisa dirasakan secara lebih adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sekolah Rakyat: Fondasi Pendidikan yang Masih dalam Tahap Perintisan
Berbeda dengan dua program sebelumnya, Sekolah Rakyat masih berada di tahap awal implementasi. Program ini difokuskan untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta mereka yang selama ini belum terjangkau oleh pendidikan formal. Meski belum berjalan secara masif, langkah penguatan konsep dan pelaksanaan awal terus dilakukan.
Harapannya, Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Satu Ekosistem untuk Malang yang Lebih Baik
Ketiga program ini saling menguat dan membentuk ekosistem yang kuat. Koperasi Merah Putih dapat menjadi pemasok bahan baku segar bagi dapur SPPG, sementara generasi muda yang sehat dan terdidik melalui MBG serta Sekolah Rakyat kelak akan menjadi pelaku ekonomi yang lebih tangguh.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan pentingnya integrasi program nasional dengan kebutuhan lokal. “Kita sedang membangun fondasi yang kuat untuk Malang yang mbois dan berkelas. Ekonomi rakyat, gizi anak, serta akses pendidikan harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Tantangan dan Harapan di Usia ke-112
Di balik progres yang ada, Pemkot Malang menyadari masih ada pekerjaan rumah yang besar: mempercepat pendirian koperasi, meratakan lokasi SPPG, serta memperkuat implementasi Sekolah Rakyat agar tidak tertinggal.
Menjelang HUT ke-112 dengan tema “Ngalam Melintas”, capaian ini menjadi cermin bahwa Kota Malang sedang bertransformasi. Bukan perubahan yang instan, melainkan langkah-langkah fundamental yang membutuhkan kerja keras bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, diharapkan fondasi yang sedang dibangun hari ini akan menjadi warisan kebanggaan bagi generasi mendatang. Selamat ulang tahun ke-112, Kota Malang. Semoga semakin mbois, semakin berkelas, dan semakin melintas menuju masa depan yang lebih cerah.
