Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
14/07/2024
CITILIVE

Mahasiswa Universitas Brawijaya Hibahkan Alat Pertanian kepada Petani Tulungagung

  • Juli 10, 2024
  • 2 min read
Mahasiswa Universitas Brawijaya Hibahkan Alat Pertanian kepada Petani Tulungagung

CITILIVE – Sebanyak 800 mahasiswa dari Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya Malang yang tergabung dalam program “Mahasiswa Membangun Desa” memamerkan berbagai inovasi alat pertanian yang kemudian dihibahkan kepada petani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Pj. Bupati Tulungagung, Heru Suseno, menyatakan pada Selasa bahwa program ini telah berlangsung sejak bulan April lalu. Mahasiswa-mahasiswa tersebut telah melakukan asesmen kebutuhan inovasi di desa-desa setempat.

Hasil dari asesmen tersebut dipamerkan pada Selasa, 9 Juli 2024, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Puluhan inovasi alat pertanian dipamerkan beserta penjelasan mengenai kegunaan masing-masing alat. “Setelah permasalahan diidentifikasi, kemudian dibuatkan alat untuk solusinya,” jelas Heru.

Alat-alat yang dikembangkan di universitas kemudian dibawa ke Tulungagung untuk dihibahkan kepada pemerintah desa. Pihak desa diberi pelatihan tentang cara membuat, merawat, dan menggunakan alat-alat tersebut.

Biaya produksi untuk semua alat ini cukup rendah, rata-rata tidak melebihi Rp10 juta. “Alat paling mahal hanya Rp8 juta, jadi bisa dicontoh oleh kelompok lain yang serupa,” kata Heru.

Untuk replikasi alat, pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desa. Inovasi yang dihasilkan lebih fokus pada pengolahan hasil pertanian dan peternakan, serta pengolahan limbah dari peternakan dan pertanian, sesuai dengan hasil identifikasi masalah di lapangan.

“Saya melihat ada alat pengering, alat pengolah kotoran ternak menjadi kompos, semuanya inovatif,” tambahnya.

Dilansir dari Antara News, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Yusuf Hendrawan, menyebutkan bahwa ada 825 mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini, tersebar di 45 desa di 14 kecamatan. Menurutnya, program ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Akademisi tidak hanya fokus pada publikasi, tetapi sekarang yang dinilai adalah dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Malang Siapkan Sub PIN Polio untuk Cegah KLB

Program ini telah menghasilkan alat-alat yang dapat langsung diterapkan dan kebermanfaatannya bisa diukur bagi masyarakat. Yusuf Hendrawan menambahkan bahwa inovasi ini adalah hasil kolaborasi luar biasa antara perangkat desa, mahasiswa, dosen, dan pihak lainnya. Program ini diharapkan dapat menjadikan institusi akademisi sebagai solusi nyata bagi permasalahan di desa-desa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *