Mahasiswa PBA UIN Malang Menang Business Pitching Competition MABIMS 2026 di Brunei
SMARTLIVE — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mirza Naashirotul Ummah, meraih juara dalam Business Pitching Competition pada rangkaian MABIMS 2026 di Brunei Darussalam.
Mirza meraih prestasi tersebut melalui gagasan bisnis yang mengangkat persoalan akses kerja dan program magang bagi lulusan baru (fresh graduate).
Dalam kompetisi tersebut, Mirza tergabung dalam sebuah kelompok yang mengembangkan gagasan untuk menjawab kesulitan lulusan baru dalam memperoleh informasi pekerjaan dan kesempatan magang yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Kelompok tersebut menawarkan sebuah wadah yang mempertemukan lulusan baru dengan informasi peluang kerja maupun program magang yang relevan.
Gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang dihadapi banyak lulusan baru ketika memasuki dunia kerja. Keterbatasan akses informasi dan ketidaksesuaian peluang dengan latar belakang kompetensi menjadi persoalan yang coba dijawab melalui solusi yang ditawarkan dalam kompetisi.

Kompetisi business pitching tersebut tidak hanya menilai gagasan bisnis, tetapi juga kemampuan peserta dalam mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi, membangun model gagasan dan mempresentasikannya di hadapan peserta dari negara-negara anggota MABIMS.
Kemenangan Mirza menunjukkan bahwa mahasiswa bidang pendidikan juga memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan yang berkaitan dengan persoalan sosial dan dunia kerja.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, Mirza tidak membatasi pengembangan kompetensinya pada bidang keilmuan bahasa dan pendidikan. Ia bersama tim mengembangkan gagasan yang berkaitan dengan kebutuhan lulusan baru dalam memasuki dunia kerja.
Ajang MABIMS 2026 di Brunei Darussalam sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa dari negara-negara anggota MABIMS untuk bertukar gagasan dan mengembangkan jejaring internasional.
Prestasi tersebut menjadi capaian mahasiswa FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tingkat internasional. Keikutsertaan Mirza juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang untuk mengembangkan gagasan di luar lingkungan akademik dan menguji kemampuan mereka dalam forum internasional.
Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa dituntut menggabungkan kemampuan berpikir kritis, analisis persoalan, kerja sama tim, komunikasi dan kemampuan menyampaikan gagasan secara meyakinkan.
Bagi FTIK UIN Malang, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus membuka ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, inovasi dan jejaring internasional.
Kemenangan Mirza juga memperlihatkan bahwa sebuah inovasi dapat berangkat dari persoalan sederhana di sekitar, kemudian dikembangkan menjadi gagasan yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
