Kemnaker Buka 100 Ribu Kuota Pemagangan Nasional, Peserta Digaji Setara UMP
CITILIVE,MALANG — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Pemagangan Nasional dengan total 100.000 kuota peserta yang akan ditempatkan di ribuan perusahaan dan satuan kerja pemerintah di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja siap pakai sekaligus menekan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi.
Pelaksanaan pemagangan dijadwalkan mulai Oktober 2026 dengan durasi enam bulan. Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku dari pemerintah dengan besaran setara Upah Minimum yang berlaku di wilayah penempatan.
Selain insentif finansial, peserta akan mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia industri maupun instansi pemerintah serta peningkatan kompetensi teknis sesuai bidang masing-masing. Setelah menyelesaikan masa magang, peserta akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman kerja dan tambahan kompetensi.
Program Pemagangan Nasional ini melibatkan sekitar 6.000 perusahaan dan 5.000 satuan kerja pemerintah. Seluruh proses seleksi peserta sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan atau satker yang membuka lowongan magang, termasuk penentuan kelulusan akhir.
Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui aplikasi SIAPkerja di laman resmi kemnaker.go.id. Informasi lowongan dan proses pemagangan juga akan diumumkan melalui website dan aplikasi Maganghub yang terintegrasi dengan sistem Kemnaker.
Kemnaker menargetkan program ini bagi mahasiswa semester enam ke atas atau calon lulusan. Program pemagangan selanjutnya direncanakan akan dibuka kembali pada April atau Mei 2026 dengan sistem pendaftaran terbuka.
Selain pemagangan dalam negeri, Kemnaker juga membuka peluang kerja ke luar negeri, terutama pada sektor care economy, keperawatan, dan konstruksi, dengan tujuan utama negara Jepang. Dalam skema ini, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) berperan dalam proses penempatan tenaga kerja.
Kemnaker mendorong peserta untuk aktif memanfaatkan akun SIAPkerja, yang dilengkapi berbagai fitur pendukung seperti Skillhub untuk pengembangan kompetensi. Sementara itu, Career Development Center (CDC) perguruan tinggi dapat berkoordinasi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker dan Balai Vokasi Sidoarjo terkait informasi pemagangan, lowongan kerja, hingga pelaksanaan job fair.
Sebagai bagian dari penguatan link and match, Kemnaker bersama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyatakan kesiapan membangun kerja sama berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKER) guna memperluas akses kerja dan pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi. (Shin)
