KBIHU Al-Falah UM Tuntaskan Haji 2026 Tanpa Kendala, Semua Jamaah Pulang Sehat
CITILIVE – Universitas Negeri Malang (UM) menyambut kepulangan 43 jamaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Falah UM yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji 2026 di Tanah Suci. Seluruh jamaah dipastikan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan selamat.
Penyambutan jamaah berlangsung di Masjid Al-Hikmah UM, Rabu (3/6/2026), dengan suasana penuh haru dan rasa syukur. Kepulangan seluruh jamaah tanpa kendala kesehatan menjadi capaian penting di tengah tingginya aktivitas dan mobilitas selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Wakil Rektor IV UM sekaligus pengurus KBIHU Al-Falah UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji seluruh jamaah.
“Kita bersyukur seluruh jamaah KBIHU Al-Falah UM kembali dalam keadaan sehat walafiat. Semoga semuanya menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kesehatan jamaah menjadi faktor utama keberhasilan ibadah haji. Selama di Tanah Suci, jamaah harus menjalani berbagai rangkaian ibadah dengan intensitas tinggi, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, hingga tawaf dan sa’i di Masjidil Haram.
Ketua Rombongan Jamaah Haji KBIHU Al-Falah UM, Prof. Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., mengatakan seluruh proses ibadah dapat dijalani dengan baik berkat kekompakan dan solidaritas antarjamaah selama perjalanan.
“Kami bersama-sama menjalani seluruh prosesi ibadah dan saling membantu satu sama lain. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” katanya.
Ia menilai kebersamaan menjadi faktor penting yang membantu jamaah menjaga kondisi fisik maupun mental selama berada di Tanah Suci, terutama saat menghadapi cuaca panas dan kepadatan jamaah.
Selain berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, KBIHU Al-Falah UM juga mendapat kehormatan selama musim haji tahun ini. Prof. Imron dipercaya menjadi imam salat, menyampaikan kultum subuh, hingga menjadi khatib wukuf Kloter 10 saat puncak ibadah haji di Arafah.
“Kesempatan menjadi khatib wukuf tentu menjadi amanah yang sangat besar dan tidak semua orang mendapatkannya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan haji tahun ini yang dinilai berjalan baik, mulai dari pendampingan petugas, konsumsi, hingga layanan kesehatan jamaah.
“Pelayanannya sangat baik dan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Prof. Imron, tantangan terberat dirasakan saat pelaksanaan Thawaf Wada’ atau tawaf perpisahan menjelang meninggalkan Kota Makkah. Kepadatan jamaah di sekitar Ka’bah membuat proses tawaf berlangsung lebih lambat dari biasanya.
“Yang paling berat justru saat Thawaf Wada’ karena kondisi sangat padat. Namun semuanya tetap bisa menjalankannya dengan baik,” katanya.
Keberhasilan seluruh jamaah KBIHU Al-Falah UM kembali dalam keadaan sehat menjadi bukti pentingnya sistem pendampingan yang terstruktur, pelayanan kesehatan yang optimal, serta pembinaan spiritual yang berkelanjutan selama pelaksanaan ibadah haji. (Shin)
