Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
17/03/2026
CITILIVE

Jelang Lebaran, 57 Ribu Warga Malang Dapat Bantuan Beras dan Minyak dari Pemkot

rifamahmudah
  • Maret 17, 2026
  • 3 min read
Jelang Lebaran, 57 Ribu Warga Malang Dapat Bantuan Beras dan Minyak dari Pemkot

CITILIVE – Pemerintah Kota Malang mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada puluhan ribu warga. Pada tahun 2026, jumlah penerima bantuan meningkat signifikan menjadi 57.715 orang yang tersebar di lima kecamatan.

Program ini dijalankan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas pangan di daerah.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini dilakukan untuk dua periode sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026. “Penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng ini untuk dua periode, yaitu Februari dan Maret 2026,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Dalam program tersebut, setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Jika dirinci, bantuan yang diterima per bulan sebesar 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

Penyaluran tahap awal dipusatkan di wilayah Kecamatan Kedungkandang, tepatnya di Kelurahan Kedungkandang dan Wonokoyo. Tercatat sebanyak 14.313 warga di Kelurahan Kedungkandang dan 494 warga di Wonokoyo menerima bantuan pada tahap awal.

Secara keseluruhan, bantuan pangan tersebut menjangkau 57.715 penerima yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sukun sebanyak 15.150 penerima, Kedungkandang 14.313 penerima, Blimbing 12.225 penerima, Lowokwaru 9.466 penerima, serta Klojen 6.561 penerima.

Menurut Slamet, program bantuan pangan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses bahan pokok sekaligus meringankan beban kebutuhan rumah tangga.

“Tujuan bantuan ini untuk mempermudah warga mendapatkan akses bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, serta meringankan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama komoditas beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Malang dan Wabup Malang Hadiri Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah

Slamet menambahkan, data penerima bantuan berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial Republik Indonesia. Para penerima merupakan masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 4 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Data penerima ini berasal dari DTKS, yaitu masyarakat di desil 1 sampai desil 4. Program ini dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional,” terangnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses penyaluran dilakukan dengan verifikasi ketat melalui pencocokan undangan dengan identitas resmi seperti KTP dan Kartu Keluarga.

“Semua penerima membawa undangan, kemudian dicocokkan dengan KTP dan KK agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penerima dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika sebelumnya hanya sekitar 23 ribu penerima, sekarang meningkat menjadi sekitar 57 ribu penerima bantuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengatakan pihaknya bertugas menyiapkan dan mendistribusikan bantuan beras yang merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional.

Untuk penyaluran dua periode tersebut, total beras yang disiapkan mencapai sekitar 1.152 ton yang didistribusikan kepada seluruh penerima di Kota Malang.

“Pada bulan Maret ini kami menyalurkan bantuan pangan untuk dua alokasi sekaligus. Total beras yang disalurkan sekitar 1.152 ton,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat tahun ini merupakan hasil pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah pusat, sehingga cakupan bantuan menjadi lebih luas.

“Harapannya masyarakat di desil 1 sampai desil 4 ini ke depan bisa meningkat kesejahteraannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir meninjau langsung penyaluran bantuan, menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Anggarkan Rp2 Miliar untuk Menekan Inflasi

Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, apalagi menjelang Lebaran. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga,” tegasnya.

Pemkot Malang berharap program bantuan pangan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *