Isu BBM Langka Beredar, Wali Kota Malang Pastikan Stok Energi dan Sembako Aman
MALANG, CITILIVE – Wali Kota Wahyu Hidayat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta bahan pokok penting di Kota Malang dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik distribusi dan pasar.
Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi strategis, mulai dari Pasar Sawojajar, pusat perbelanjaan, distributor bahan pokok, gudang Perum Bulog, hingga fasilitas milik PT Pertamina (Persero).
Menurut Wahyu, hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok energi dan kebutuhan pokok masyarakat masih dalam kondisi aman.
“Kami sudah melakukan pemantauan langsung mulai dari pasar, pusat perbelanjaan, distributor, Bulog hingga Pertamina. Dari hasil pengecekan, ketersediaan BBM, LPG, dan bahan pokok penting semuanya aman dan tersedia,” ujarnya.
Wali Kota Wahyu Hidayat Resmikan Logo HUT ke-112 Kota Malang, Simbol Ngalam Mbois Berkelas
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai kemungkinan kelangkaan BBM tidak sepenuhnya benar. Jika ditemukan kekosongan di beberapa lokasi, kondisi tersebut biasanya hanya terjadi sementara akibat proses distribusi.
“Kalau ada yang kosong itu biasanya hanya karena proses penggantian atau distribusi saja. Tidak sampai terjadi kelangkaan BBM,” jelasnya.
Selain memantau ketersediaan stok, Pemerintah Kota Malang juga mencermati perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di pasar. Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai.
Wali Kota Malang Salurkan 165 Paket Sembako untuk Warga Dhuafa di Ciptomulyo
Harga cabai di tingkat petani disebut telah mencapai sekitar Rp80 ribu per kilogram, sementara di pasar dapat menembus Rp120 ribu per kilogram.
Menurut Wahyu, kenaikan harga tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi dan distribusi.

“Kenaikan harga cabai ini memang dipengaruhi oleh faktor cuaca. Dari petani sudah cukup tinggi, sehingga ketika sampai di pasar harganya ikut naik,” katanya.
Untuk mengendalikan kenaikan harga tersebut, Pemerintah Kota Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan membahas langkah-langkah intervensi, termasuk kerja sama antar daerah serta penguatan program warung tekan inflasi.
Sementara itu, harga bahan pokok lainnya relatif stabil. Stok beras juga dipastikan aman berdasarkan hasil pemantauan di distributor maupun gudang Bulog.
Harga beras premium di tingkat distributor tercatat berada di kisaran Rp72 ribu hingga Rp76 ribu per kemasan. Bahkan, pihak Bulog memastikan cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan ke depan.
“Beras aman, stok tersedia dan siap disalurkan. Termasuk program SPHP serta bantuan pangan berupa beras sudah siap digelontorkan untuk menjaga stabilitas harga,” ungkapnya.
Di sektor energi, Pertamina juga memastikan pasokan BBM tetap stabil bahkan siap menambah suplai jika terjadi peningkatan permintaan menjelang Idulfitri.
Menutup keterangannya, Wahyu kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami minta masyarakat tidak panik. Ketersediaan BBM, LPG, dan bahan pokok penting di Kota Malang dalam kondisi aman dan terkendali,” pungkasnya. (Adv- Al)
