Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
01/04/2026
CITILIVE

HUT ke-112 Kota Malang: IPM 85,55, Kemiskinan Turun 3,85 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,92 Persen

Shinta lubis
  • April 1, 2026
  • 2 min read
HUT ke-112 Kota Malang: IPM 85,55, Kemiskinan Turun 3,85 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,92 Persen

CITILIVE – Pemerintah Kota Malang mencatat capaian kinerja pembangunan yang positif pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112, ditandai dengan peningkatan indikator makro dan raihan puluhan penghargaan hingga tingkat internasional.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan sejumlah indikator strategis menunjukkan tren membaik sepanjang 2025.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tercatat mencapai 85,55 atau menjadi tertinggi kedua di Jawa Timur. Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran menurun ke 5,69 persen, serta pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 5,92 persen.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Kota Malang berjalan ke arah yang positif,” ujarnya saat memimpin upacara HUT ke-112 di Balai Kota Malang, Rabu (1/4/2026).

Selain indikator ekonomi dan sosial, Kota Malang juga mencatat prestasi di berbagai level sepanjang 2025–2026.

Pada tingkat internasional, Kota Malang meraih sejumlah penghargaan, di antaranya sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts, Clean Air Quality Cities Award, serta Clean Urban City Standard.

Sementara itu, di tingkat nasional dan daerah, Pemkot Malang mengoleksi:
• 37 penghargaan tingkat nasional
• 29 penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur
• 2 penghargaan tingkat regional Malang Raya

Dalam peringatan HUT ke-112, Pemkot Malang mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Luntas, Booys Berkelas”.

Wahyu menegaskan, tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menembus batas inovasi sekaligus menuntaskan program pembangunan secara konkret dan akuntabel.

“Bergerak luntas berarti setiap program harus selesai dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Meski capaian menunjukkan tren positif, Pemkot Malang menegaskan tidak akan berpuas diri. Pemerintah justru mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Wahyu, sinergi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah berbagai tantangan ke depan.

Baca Juga:  GLC Gelar Bimtek Peningkatan Pendapat RSUD BLUD

“Momentum HUT ini harus menjadi titik akselerasi agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Memasuki usia ke-112 tahun, Kota Malang menegaskan posisinya sebagai kota dengan kinerja pembangunan yang kompetitif, baik di tingkat regional maupun internasional.

Ke depan, penguatan kolaborasi dan percepatan program menjadi fokus utama untuk menjaga tren positif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Al)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *