Hari Museum Nasional 2026, Ini 5 Museum di Malang Raya untuk Wisata dan Belajar Sejarah
CITILIVE – Peringatan Hari Museum Nasional setiap 12 Oktober menjadi momentum untuk mengenal kembali museum sebagai ruang belajar sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan. Di Malang Raya, masyarakat dapat menemukan beragam museum dengan koleksi dan pengalaman berbeda, mulai dari kendaraan klasik hingga peninggalan peradaban kerajaan masa lampau.
Hari Museum Nasional merujuk pada Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) pertama yang berlangsung di Yogyakarta pada 12 Oktober 1962. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya keberadaan museum dalam menjaga warisan sejarah dan budaya agar tetap dikenal generasi berikutnya.
Di Malang Raya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Sejumlah museum juga menjadi tujuan wisata keluarga, kunjungan pelajar, hingga sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti.
Berikut lima museum di Malang Raya yang menawarkan pengalaman berbeda.
- Museum Angkut, Mengenal Sejarah Transportasi

Museum Angkut di Kota Batu menjadi salah satu pilihan wisata edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal perkembangan transportasi. Museum ini menampilkan berbagai koleksi kendaraan dengan penataan yang menggabungkan unsur sejarah dan rekreasi.
Pengunjung dapat mengenal perkembangan alat transportasi dari masa ke masa melalui kendaraan yang dipamerkan. Konsep penyajiannya membuat museum ini dapat menjadi pilihan kunjungan keluarga maupun wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman rekreasi sekaligus pengetahuan.
- Museum Brawijaya, Mengenal Perjalanan Sejarah Perjuangan

Museum Brawijaya di Kota Malang menyimpan koleksi yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa, khususnya perjalanan militer Indonesia.
Keberadaan museum ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat untuk mengenal berbagai peristiwa sejarah melalui benda peninggalan, dokumentasi, dan koleksi yang dipamerkan.
Bagi dunia pendidikan, kunjungan ke museum dapat melengkapi pembelajaran di kelas dengan memberikan gambaran lebih konkret mengenai perjalanan sejarah bangsa.
- Museum Mpu Purwa, Menelusuri Peninggalan Kerajaan Kuno

Museum Mpu Purwa di Kota Malang menjadi salah satu destinasi bagi masyarakat yang tertarik pada sejarah arkeologi dan perkembangan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur.
Museum ini menyimpan koleksi arca, prasasti, dan benda purbakala yang berkaitan dengan perjalanan sejarah kawasan Malang dan sekitarnya. Koleksi tersebut membantu pengunjung memahami jejak peradaban masa lampau, termasuk perkembangan kebudayaan pada era kerajaan Hindu-Buddha.
Museum Mpu Purwa juga relevan sebagai tujuan wisata edukasi bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang ingin mengenal sejarah lokal lebih dekat.
Data Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang mencatat museum ini menerima 18.145 kunjungan wisatawan nusantara dan 70 wisatawan mancanegara sepanjang 2024. Angka tersebut menunjukkan museum memiliki peran dalam kegiatan wisata dan pembelajaran sejarah di Kota Malang.
- Museum Panji, Mengenal Warisan Budaya Khas Malang

Museum Panji di Kabupaten Malang menghadirkan pengalaman wisata yang berfokus pada sejarah dan kebudayaan Panji. Cerita Panji merupakan warisan budaya yang berkembang di Jawa, termasuk di wilayah Malang.
Koleksinya antara lain mencakup berbagai jenis wayang dan topeng Malang, termasuk topeng Bapang. Museum ini juga menampilkan benda-benda yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan lokal.
Bagi pelajar dan wisatawan, Museum Panji menawarkan kesempatan untuk mengenal kekayaan budaya daerah melalui koleksi dan narasi yang berkaitan dengan tradisi masyarakat.
Keberadaan museum ini juga penting untuk memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda, sekaligus membuka ruang pembelajaran mengenai seni pertunjukan dan cerita tradisional.
- Museum Singhasari, Menelusuri Jejak Kerajaan Singhasari

Museum Singhasari di Kabupaten Malang menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh sejarah kerajaan yang pernah berkembang di kawasan Malang.
Kawasan Singhasari memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Jawa Timur. Melalui museum, pengunjung dapat memperluas pengetahuan mengenai peninggalan sejarah dan kebudayaan yang berkaitan dengan masa kerajaan.
Museum bertema sejarah seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai tujuan kunjungan sekolah maupun wisata keluarga yang ingin menggabungkan kegiatan rekreasi dengan pembelajaran sejarah lokal.
Museum Bisa Menjadi Ruang Belajar di Luar Kelas
Beragam museum di Malang Raya memperlihatkan bahwa wisata tidak selalu harus berorientasi pada hiburan. Kunjungan ke museum juga dapat memberikan pengalaman belajar melalui benda, dokumentasi, dan cerita yang memiliki nilai sejarah.
Bagi sekolah dan perguruan tinggi, museum dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan sejarah, arkeologi, kebudayaan, hingga perkembangan teknologi. Sementara bagi keluarga, kunjungan museum bisa menjadi alternatif kegiatan akhir pekan yang menambah wawasan anak.
Momentum Hari Museum Nasional 2026 pun dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum. Dukungan pengunjung, pengelola, institusi pendidikan, dan pemerintah diperlukan agar museum tetap terawat, berkembang, dan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dengan mengenal museum di sekitar tempat tinggal, masyarakat tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga ikut menjaga ingatan kolektif dan warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
