Hangat dan Penuh Haru, HUT ke-71 YPAC Malang Jadi Panggung Anak-Anak Istimewa
CITILIVE,MALANG – Di tengah upaya mendorong kesetaraan bagi penyandang disabilitas, perayaan menjadi ruang penting untuk menghadirkan pengakuan, kepercayaan diri, dan kebersamaan. Hal itu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Malang yang dirangkai dengan halal bihalal, Sabtu (28/3/2026).
Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti acara. Momen ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi panggung bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat dan potensi mereka di hadapan publik.
Sejak awal acara, senyum dan antusiasme terpancar dari para siswa YPAC yang tampil menyanyi dan menari. Penampilan mereka menjadi pesan kuat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dedikasi YPAC dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus selama puluhan tahun.
“Saya ingin terus hadir dalam kegiatan YPAC. Anak-anak istimewa ini harus kita dampingi dan kita perhatikan bersama,” ujarnya.
Menurut Wahyu, peringatan ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang, termasuk dalam mengekspresikan diri melalui seni dan kegiatan sosial.

Di tengah suasana Syawal, halal bihalal yang digelar turut mempererat kebersamaan antara pengurus, orang tua, dan anak-anak YPAC. Tawa dan kehangatan terasa dalam setiap interaksi yang terjalin.
Wahyu juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Ia mengakui proses tersebut tidak mudah, namun dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.
“Perubahan itu butuh proses. Tapi kalau kita bersama-sama, pasti bisa,” katanya.
Perayaan HUT ke-71 YPAC ini menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki ruang untuk tampil, diapresiasi, dan berkembang. Dengan dukungan yang berkelanjutan, mereka diharapkan semakin percaya diri dan memiliki kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.
Acara berlangsung sederhana namun penuh makna, meninggalkan pesan kuat tentang inklusivitas, empati, dan harapan bagi masa depan yang lebih setara di Kota Malang. (Shin)
