Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
28/01/2026
CITILIVE

FJPI dan Dindik Jatim Gelar Diskusi Cegah Hoaks, Dorong Siswa Lebih Cerdas Bermedia

rifamahmudah
  • Desember 3, 2025
  • 2 min read
FJPI dan Dindik Jatim Gelar Diskusi Cegah Hoaks, Dorong Siswa Lebih Cerdas Bermedia
Penulis: Shinta Lubis
Editor: Rifa Mahmudah

CITILIVE — Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menggelar Diskusi Interaktif bertajuk “Cerdas Bermedia: Lawan Hoaks dengan Literasi Cek Fakta” di Aula Sabha Nugraha, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menyasar guru dan siswa SMA/SMK sebagai upaya meningkatkan kemampuan verifikasi informasi di tengah derasnya arus digital.

Sekretaris Dindik Jatim, Suhartono, yang hadir mewakili Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai, menyatakan pihaknya mendukung penuh penguatan literasi digital di sekolah. “Guru dan siswa perlu dibekali kemampuan memahami dan memanfaatkan media secara bijak. Informasi hari ini sangat luar biasa derasnya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini penting untuk menekan penyebaran hoaks yang kerap memicu keresahan publik. Dindik berharap forum tersebut memberi manfaat langsung bagi praktik komunikasi guru dan siswa di lingkungan sekolah.

Sebagai narasumber, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Akhsaniyah, menyoroti kerentanan generasi muda terhadap misinformasi. Ia menjelaskan media sosial tak hanya memengaruhi cara remaja menerima informasi, tetapi juga berkaitan dengan tekanan sosial dan kesehatan mental.
“Hoaks dapat memicu kecemasan dan mengganggu kemampuan mengambil keputusan. Literasi cek fakta harus menjadi gaya hidup digital,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekjen FJPI, Tri Ambarwatie, mengingatkan bahwa remaja adalah pengguna internet paling aktif sekaligus target utama penyebaran hoaks. Mengutip data APJII dan Mafindo, ia menyebut 54 persen remaja pernah membagikan informasi tanpa verifikasi.
“Konten palsu seperti pengumuman sekolah libur, video tawuran lama, atau editan yang memicu perundungan cepat sekali viral karena emosi dan minim pengecekan,” jelasnya.

Tri memaparkan peserta juga dilatih teknik lateral reading, penggunaan kanal resmi cek fakta seperti Cekfakta.com dan Turnbackhoax.id serta lima langkah antihoaks: jeda sebelum membagikan, cek sumber, uji gambar, verifikasi ke kanal resmi, dan bandingkan informasi dengan media kredibel. “Satu klik verifikasi dapat menyelamatkan banyak orang dari kepanikan,” tandasnya. (Shi)