Disdikbud Kota Malang Wacanakan SMP Unggulan Khusus Atlet, Atur Ulang Jadwal Belajar dan Latihan
CITILIVE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mewacanakan pembentukan SMP unggulan khusus bagi siswa berprestasi di bidang olahraga. Sekolah tersebut dirancang untuk menyeimbangkan pembinaan akademik dengan jadwal latihan atlet muda yang selama ini dinilai tidak proporsional.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan konsep tersebut mengadopsi pola sekolah unggulan berasrama seperti Program Sekolah Garuda yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
“Jika diizinkan pimpinan dan disetujui akademisi serta masyarakat, SMP unggulan ini akan dimanfaatkan khusus untuk anak-anak yang memiliki prestasi olahraga,” ujar Suwarjana, Kamis (12/2/2026).
Atur Ulang Ritme Akademik dan Latihan

Menurut Suwarjana, hingga saat ini belum ada SMP di Jawa Timur yang secara khusus mengintegrasikan pembinaan akademik dan olahraga dalam satu sistem terpadu. Padahal, banyak atlet muda di Kota Malang menghadapi persoalan benturan jadwal antara sekolah dan latihan.
Ia mencontohkan atlet renang yang harus memulai latihan pukul 06.00 WIB, sementara kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 06.30 WIB. Kondisi tersebut membuat siswa mengikuti pelajaran dalam keadaan lelah.
“Latihan selesai sekitar pukul 07.30, sudah capek, lalu harus mengikuti pelajaran. Apakah bisa menyerap materi secara optimal?” katanya.
Melalui SMP unggulan tersebut, Disdikbud berencana menata ulang jadwal pembelajaran dan latihan agar lebih ideal. Sistem berasrama dinilai menjadi salah satu opsi untuk mengatur ritme kegiatan akademik dan nonakademik secara proporsional.
“Pembelajaran dan latihan akan tertata. Akademik dan prestasi nonakademik bisa berjalan seimbang,” tegasnya.
Akademik Dinilai Penting bagi Atlet
Suwarjana menilai pendidikan formal tetap memiliki peran penting dalam membentuk kualitas atlet. Pada cabang olahraga seperti sepak bola, misalnya, kemampuan berpikir taktis dan pengambilan keputusan di lapangan dipengaruhi oleh kapasitas kognitif yang diasah melalui pendidikan.
“Pemahaman strategi dan pola pikir sistematis juga dibentuk lewat pendidikan yang baik,” ujarnya.
Segera Ajukan Proposal ke Wali Kota
Disdikbud dalam waktu dekat akan menyiapkan proposal untuk diajukan kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebagai langkah awal realisasi program tersebut.
Suwarjana mengakui gagasan SMP unggulan khusus atlet sebenarnya telah lama masuk dalam rencana program Disdikbud. Namun hingga kini belum ada permintaan resmi dalam bentuk nota dinas untuk mematangkan konsep tersebut.
“Kalau sudah diminta, kami siap menyampaikan konsep lengkapnya kepada pimpinan,” katanya.
Ia menegaskan, Kota Malang memiliki banyak atlet muda potensial yang membutuhkan dukungan sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan terintegrasi.
“Banyak atlet muda kita sebenarnya cerdas. Hanya saja waktunya habis untuk latihan sehingga kurang maksimal dalam belajar,” pungkasnya. Wacana ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan prestasi olahraga tanpa mengorbankan kualitas akademik siswa di Kota Malang. (Shin)
