Dinkes Kabupaten Malang Perkuat Program Eliminasi Cacingan, POPM Capai 99,96 Persen
CITILIVE,KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari penyakit tropis terabaikan. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), berbagai langkah strategis dilakukan secara konsisten untuk menekan kasus cacingan yang masih menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Ivan Drie, MMRS., menegaskan bahwa upaya eliminasi cacingan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi harus berjalan beriringan dengan promosi kesehatan, pengendalian faktor risiko, dan penguatan layanan kesehatan di tingkat paling bawah.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Malang terus meningkatkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, mulai dari cuci tangan, penggunaan alas kaki, hingga kebiasaan menjaga kebersihan kuku. Langkah sederhana ini terbukti efektif mencegah infeksi,” ujar Ivan saat ditemui di Pendopo Panji, Senin (2/9/2025).
Sebagai bentuk intervensi langsung, Dinkes menjalankan Pemberian Obat Cacing Massal (POPM) dua kali dalam setahun. Pada 2025, POPM diberikan pada bulan Mei dan November dengan sasaran balita 12–59 bulan, anak pra sekolah 5–6 tahun, hingga anak usia 7–12 tahun.
Hasilnya, Kabupaten Malang kembali menunjukkan kinerja gemilang. Capaian POPM Mei 2025 mencapai 99,96 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, posyandu, dan masyarakat berjalan sangat baik,” kata Ivan.
Tak hanya itu, Dinkes juga menyiapkan penanganan komprehensif bagi warga yang sudah terinfeksi. Pasien akan mendapat layanan sesuai tata laksana di fasilitas kesehatan. Untuk ibu hamil, pencegahan dilakukan melalui pemberian tablet zat besi. Apabila ditemukan anemia yang diduga akibat cacingan, pemeriksaan tinja dan pengobatan lanjutan dilakukan dengan ketat.
“Pendampingan dan konseling menjadi bagian penting agar keluarga memahami pola pencegahan yang benar,” tegasnya.
Di bidang pengawasan, Dinkes memperkuat sistem surveilans cacingan. Langkah ini meliputi peningkatan kapasitas petugas lapangan, penemuan kasus aktif, dan pemetaan wilayah berisiko. Data terakhir menunjukkan, prevalensi cacingan di Kabupaten Malang tahun 2019 sebesar 1,02 persen, namun Dinkes terus mengupayakan penurunan secara konsisten.
Dinas Kesehatan juga menggandeng kader posyandu, puskesmas, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan untuk memastikan upaya pencegahan berjalan merata hingga ke pelosok desa.
Melalui rangkaian program ini, Dinkes Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan generasi masa depan dan memastikan setiap anak tumbuh kuat, sehat, dan terbebas dari risiko penyakit cacingan. (Ab/Sh)
