Dari Produksi Susu Hingga Kredit Usaha, ERP Permudah Ribuan Peternak KAN Jabung
CITILIVE,MALANG – Transformasi digital yang dilakukan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung mulai memberikan dampak nyata bagi ribuan peternak sapi perah anggotanya. Melalui penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP), peternak kini tidak hanya lebih mudah memantau produksi susu, tetapi juga memperoleh akses data yang mendukung pengelolaan usaha hingga peluang pembiayaan yang lebih luas.
Penerapan ERP menjadikan KAN Jabung sebagai salah satu koperasi peternakan sapi perah di Indonesia yang mulai mengintegrasikan seluruh proses bisnis dalam satu sistem digital yang terhubung.
Ketua KAN Jabung Herman Soperdjono mengatakan, digitalisasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat daya saing peternak di tengah tantangan industri peternakan modern.
“ERP bukan hanya soal administrasi koperasi. Sistem ini membantu peternak mendapatkan data yang lebih akurat terkait produksi susu, kesehatan ternak, hingga aktivitas usaha yang dijalankan,” ujarnya, Jumat (12/6).

Melalui sistem tersebut, data produksi susu anggota dapat tercatat secara lebih cepat dan transparan. Peternak juga dapat mengetahui perkembangan produktivitas ternak sehingga lebih mudah melakukan evaluasi maupun perencanaan usaha.
Selain mendukung pencatatan produksi, ERP juga membantu proses monitoring kesehatan ternak. Data terkait perawatan, riwayat kesehatan, hingga kebutuhan pakan dapat terdokumentasi dengan lebih baik sehingga memudahkan pengambilan keputusan di tingkat peternak maupun koperasi.
Manfaat lainnya adalah meningkatnya kualitas tata kelola usaha koperasi. Seluruh proses, mulai dari pengadaan pakan, distribusi susu, transaksi anggota, hingga laporan keuangan dapat terintegrasi dalam satu sistem yang sama.
Dengan data yang terdokumentasi secara lengkap dan akurat, peternak juga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan usaha.
Data produksi dan aktivitas usaha yang tersimpan dalam sistem dapat menjadi salah satu referensi bagi lembaga keuangan dalam menilai kelayakan usaha peternak.
“Ketika data usaha peternak terdokumentasi dengan baik, maka akses terhadap pembiayaan juga menjadi lebih terbuka. Ini penting untuk mendukung pengembangan usaha anggota,” jelasnya.
Digitalisasi melalui ERP juga dinilai mampu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan koperasi. Anggota dapat memperoleh informasi yang lebih cepat terkait aktivitas usaha, hasil produksi, maupun berbagai layanan yang disediakan koperasi.
Langkah transformasi digital tersebut sejalan dengan upaya KAN Jabung dalam memperkuat posisi sebagai koperasi modern yang tidak hanya berfokus pada produksi susu, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan anggota melalui pemanfaatan teknologi.
Dengan jumlah anggota yang mencapai ribuan peternak sapi perah, penerapan ERP diharapkan mampu menjadi fondasi pengembangan koperasi yang lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.
Melalui sistem ini, KAN Jabung tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga membangun ekosistem peternakan berbasis data yang dapat mendukung peningkatan produktivitas, kualitas susu, serta akses ekonomi bagi para peternak.
Perlu diketahui, progam penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) diluncurkan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT, kolaborasi antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK yang didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
