Bingung Pilih KPR Fixed atau Floating? Simak Risiko dan Keuntungannya
MALANG, SPOOTLIVE – Memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak hanya soal harga rumah dan tenor pinjaman. Perbankan menawarkan bunga fixed dan bunga floating. Keduanya memiliki karakter, keuntungan, serta risiko yang berbeda bagi nasabah.
Melansir dari OCBC, keputusan memilih bunga KPR sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan, bukan sekadar ikut tren pasar. Pemahaman yang tepat mengenai perbedaan bunga fixed dan floating menjadi penting agar cicilan KPR tetap aman dan sesuai dengan kondisi keuangan jangka panjang.
“Kunci KPR yang sehat bukan hanya di angka cicilan awal, tapi di kemampuan menjaga kestabilan keuangan hingga jangka panjang,” mengutip dari laman OCBC.
Apa Itu KPR Bunga Fixed?
KPR bunga fixed adalah skema kredit dengan suku bunga tetap dalam periode tertentu, biasanya berkisar antara 1 hingga 5 tahun pertama masa pinjaman. Selama periode tersebut, besaran cicilan per bulan tidak berubah meskipun terjadi fluktuasi suku bunga acuan Bank Indonesia.
Keuntungan KPR bunga fixed:
- Cicilan stabil dan mudah diprediksi
- Cocok untuk perencanaan keuangan jangka pendek
- Memberikan rasa aman bagi debitur baru
Namun, setelah masa bunga tetap berakhir, KPR umumnya akan beralih ke bunga floating, yang berpotensi meningkatkan cicilan.
Apa Itu KPR Bunga Floating?
Berbeda dengan bunga fixed, KPR bunga floating mengikuti pergerakan suku bunga pasar. Artinya, cicilan bulanan bisa naik atau turun sesuai kondisi ekonomi dan kebijakan moneter.
Keuntungan KPR bunga floating:
- Berpotensi lebih murah saat suku bunga turun
- Cocok untuk nasabah dengan pendapatan fleksibel
- Lebih menguntungkan dalam jangka panjang jika kondisi ekonomi stabil
Namun, risiko utama dari bunga floating adalah ketidakpastian cicilan, terutama ketika suku bunga mengalami kenaikan signifikan.
Mana yang Lebih Aman untuk Nasabah?
Tidak ada skema KPR yang sepenuhnya paling benar atau salah. Pemilihan antara bunga fixed atau floating sangat bergantung pada profil risiko, stabilitas pendapatan, dan tujuan keuangan masing-masing debitur.
Bagi masyarakat dengan pendapatan tetap dan ingin kepastian cicilan, KPR bunga fixed dinilai lebih aman di awal masa kredit. Sementara itu, bagi debitur yang siap menghadapi fluktuasi dan memiliki ruang finansial lebih longgar, KPR bunga floating bisa menjadi pilihan strategis.
Tips Memilih KPR agar Cicilan Tetap Aman
Agar tidak salah langkah, calon debitur disarankan:
- Memahami masa berlaku bunga fixed dan besaran bunga setelahnya
- Menghitung simulasi cicilan saat bunga naik
- Menyesuaikan tenor KPR dengan kemampuan keuangan
- Mencermati klausul perjanjian kredit secara detail
Perencanaan matang sejak awal menjadi kunci agar cicilan KPR tidak membebani keuangan di masa mendatang.
Dengan memahami perbedaan dan risiko bunga KPR fixed maupun floating, masyarakat diharapkan dapat memilih skema kredit yang paling sesuai dan aman untuk mewujudkan kepemilikan rumah tanpa tekanan finansial berlebihan. (al)
