Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
11/02/2026
CITILIVE

Angka Kematian Jamaah Haji Tembus 8 Kali Batas Toleransi, Kemenhaj Gandeng Kampus untuk Pembinaan Kesehatan

Shinta lubis
  • Februari 3, 2026
  • 2 min read
Angka Kematian Jamaah Haji Tembus 8 Kali Batas Toleransi, Kemenhaj Gandeng Kampus untuk Pembinaan Kesehatan

MALANG, CITILIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan tingginya angka kematian jamaah haji Indonesia yang jauh melampaui batas toleransi pemerintah. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama dilakukannya reformasi menyeluruh penyelenggaraan haji mulai 2026, termasuk menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembinaan kesehatan jamaah.

Menurut Irfan Yusuf, pemerintah menetapkan angka kematian maksimal yang dapat ditoleransi sebesar 30 kematian per 100 ribu jamaah. Dengan kuota sekitar 200 ribu jamaah, jumlah kematian ideal seharusnya berada di kisaran 60 orang.

“Yang terjadi sekarang hampir 500 jamaah wafat. Artinya sekitar delapan kali lipat dari angka yang bisa ditolerir. Ini yang sedang kami benahi secara serius,” tegas Irfan Yusuf, usai memberikan sambutan acara penandatangan kerja sama dengan kampus UIN Maliki Malang, Selasa (3/2).

Ia menyatakan, salah satu langkah konkret yang ditempuh Kementerian Haji dan Umrah adalah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan haji.

“Kami bekerja sama dengan kampus-kampus yang memiliki keunggulan dalam kedokteran dan kesehatan haji. Pembinaan dan pendampingan calon jamaah harus dimulai jauh hari. Jamaah dua tahun ke depan sudah bisa kita data, kita hubungi, dan kita siapkan kesehatannya sejak sekarang,” ujarnya.

Program tersebut akan mulai dijalankan tahun ini, termasuk pembinaan kesehatan, pendampingan calon jamaah, hingga sertifikasi calon pembimbing dan petugas haji.

Dengan kolaborasi ini, pemerintah menargetkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih aman, manusiawi, dan bermartabat, sekaligus menekan drastis angka kematian jamaah Indonesia di Tanah Suci. (Al)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *