Alun-Alun Merdeka Kota Malang Resmi Dibuka 28 Januari 2026, Revitalisasi Rampung 100 Persen
MALANG, CITILIVE — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan Alun-Alun Merdeka siap dibuka untuk masyarakat setelah proses revitalisasi dinyatakan rampung 100 persen. Peresmian kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam, 28 Januari 2026, dan akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, seluruh pekerjaan fisik utama telah selesai. Saat ini, pihaknya hanya melakukan pengecekan akhir dan pembersihan area menjelang peresmian.
“Secara fisik sudah selesai 100 persen. Tinggal finishing ringan dan pembersihan kawasan agar siap digunakan masyarakat,” ujarnya.
Peresmian sengaja digelar pada malam hari untuk menampilkan keindahan tata cahaya dan dry fountain yang menjadi salah satu daya tarik baru Alun-Alun Merdeka. Penataan lampu dilakukan tanpa mengubah desain awal, hanya dilakukan pengecatan ulang dan pengaturan pencahayaan agar terlihat lebih estetik.

Plh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Saat Memberikan Keterangan Peresmian Alun-Alun
Revitalisasi Alun-Alun Merdeka dikerjakan sejak Oktober 2025 dengan dukungan pembiayaan sekitar Rp5 miliar melalui program CSR Bank Jatim. Pekerjaan meliputi penataan ruang terbuka hijau, area bermain anak, jalur pedestrian, serta fasilitas air mancur ramah anak.
Pemkot Malang menegaskan revitalisasi ini bertujuan meningkatkan fungsi Alun-Alun Merdeka sebagai ruang publik representatif, nyaman, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendukung sektor pariwisata kota.
Namun demikian, menjelang pembukaan kawasan, persoalan penataan pedagang kaki lima (PKL) masih menjadi perhatian. Hingga saat ini, Pemkot Malang belum menetapkan lokasi resmi relokasi PKL, mengingat kawasan Alun-Alun Merdeka akan diberlakukan sebagai zona steril.
Pemkot Malang menyatakan masih mengkaji sejumlah alternatif lokasi penempatan PKL agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi ruang publik dan estetika kawasan heritage.
Dengan dibukanya kembali Alun-Alun Merdeka, Pemkot Malang berharap ruang publik ini dapat menjadi pusat aktivitas warga sekaligus ikon kota yang tertata, ramah keluarga, dan berkelanjutan. (Al)
