396 Perpustakaan SD SMP di Kota Malang Jalani Standarisasi
CITILIVE,MALANG – Sebanyak 396 dari total 404 perpustakaan SD dan SMP di Kota Malang telah menjalani standarisasi. Capaian sekitar 98 persen tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan memperluas akses bacaan bagi pelajar.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan capaian itu dalam Pekan Literasi Kota Malang 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang di kantor Dispussipda, Jalan Besar Ijen, Rabu (14/10/2026). Selain standarisasi, sebanyak 23 perpustakaan SD dan SMP di Kota Malang telah meraih akreditasi A. Pemkot Malang juga memperluas akses literasi melalui perintisan perpustakaan kelurahan serta penyediaan layanan bacaan digital.
“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kreativitas, inovasi, dan kebijaksanaan dalam menghadapi perkembangan,” demikian pesan Wahyu dalam kegiatan tersebut. Pada 2025, Pemkot Malang merintis 20 perpustakaan kelurahan.
Sementara pada 2026, pemerintah kembali merintis 15 perpustakaan kelurahan untuk memperoleh dukungan hibah dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Perluasan layanan tersebut ditujukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh bahan bacaan, termasuk warga yang belum terjangkau fasilitas perpustakaan umum.
Perpustakaan Digital hingga Ruang Publik

Pemkot Malang juga mengembangkan akses literasi melalui pojok baca digital di Taman Trunojoyo, layanan perpustakaan di Malang Creative Center (MCC), serta pojok baca di Mal Pelayanan Publik. Selain itu, tersedia aplikasi perpustakaan digital yang disebut Malang Pintar dalam sambutan wali kota. Pengembangan layanan digital ini diharapkan memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan dengan memanfaatkan teknologi.
Transformasi juga dilakukan pada perpustakaan umum di kawasan Ijen. Fasilitas tersebut diarahkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, berdiskusi, dan berkegiatan bagi masyarakat. Wahyu mengatakan, penguatan literasi menjadi bagian dari program Ngalam Pinter. Menurutnya, akses pendidikan dan bahan bacaan perlu terus diperluas agar masyarakat mampu mengembangkan pengetahuan serta menyikapi perkembangan zaman secara kritis.
Pekan Literasi Libatkan Pelajar dan Komunitas

Kepala Dispussipda Kota Malang Yayuk Hermiati mengatakan, Pekan Literasi Kota Malang 2026 digelar untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan mencakup lomba bertutur, lomba perpustakaan kelurahan, lomba video konten, serta bimbingan teknis kepenulisan. Karya yang dihasilkan dari kegiatan kepenulisan juga diarahkan untuk dibukukan.
Menurut Yayuk, kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, pengelola perpustakaan, komunitas literasi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Pemkot Malang berharap penguatan layanan perpustakaan dan perluasan akses bacaan dapat mendorong budaya membaca secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan pengetahuan dan kreativitas masyarakat. (Shin)
