29 Dapur MBG di Kota Malang Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Dinkes: Masih Banyak yang Belum Layak
CITILIVE – MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang menghadapi persoalan serius. Dari 75 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, sebanyak 29 dapur belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Data Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat, hingga saat ini baru 46 SPPG yang dinyatakan memenuhi standar dan memperoleh rekomendasi SLHS. Sisanya masih dalam tahap perbaikan atau belum lolos verifikasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengungkapkan, mayoritas SPPG yang belum lolos terkendala pada aspek mendasar sanitasi dan sistem pengolahan makanan. “Banyak yang masih harus memperbaiki pemeriksaan mikrobiologi, alur bahan makanan dari masuk sampai distribusi, termasuk proses pencucian dan penempatan peralatan,” tegasnya, Senin (30/3/2026).
Dinkes menemukan sejumlah kelemahan krusial, di antaranya:
• belum optimalnya uji kualitas mikrobiologi
• alur distribusi bahan makanan yang belum standar
• sistem pencucian dan pengeringan peralatan yang belum sesuai
• hingga penataan wadah makanan (ompreng) yang tidak higienis
Tak hanya itu, beberapa SPPG juga belum dilengkapi fasilitas wajib seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Selama belum memenuhi syarat, rekomendasi tidak kami berikan. Harus diperbaiki dulu, baru kami cek ulang,” tegas Husnul.
Meski belum mengantongi SLHS, puluhan SPPG tersebut tetap beroperasi dan mendistribusikan makanan ke masyarakat.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait standar keamanan pangan, mengingat dapur MBG menjadi ujung tombak pemenuhan gizi, khususnya bagi pelajar.
Dinkes menyatakan tetap melakukan pengawasan berkala setiap tiga bulan untuk memastikan operasional tetap sesuai standar. “Kami lakukan monitoring. Kalau tidak sesuai, kami minta perbaikan lagi,” ujarnya. Di sisi lain, tidak adanya batas waktu penyelesaian menjadi sorotan. Dinkes memastikan proses pemenuhan standar akan berjalan hingga seluruh persyaratan dipenuhi, tanpa target waktu yang pasti.
Artinya, puluhan dapur MBG berpotensi terus beroperasi dalam kondisi belum sepenuhnya memenuhi standar higiene sanitasi. (Shin)
