Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
12/07/2026
CITILIVE

Rekor Argentina Mentereng, Tapi Swiss Datang dengan Modal Tak Terkalahkan; Duel Taktik Warnai Perempat Final Piala Dunia 2026

Shinta lubis
  • Juli 12, 2026
  • 3 min read
Rekor Argentina Mentereng, Tapi Swiss Datang dengan Modal Tak Terkalahkan; Duel Taktik Warnai Perempat Final Piala Dunia 2026

SPORTLIVE – Argentina memang lebih diunggulkan saat menghadapi Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026. Namun, di balik status juara bertahan yang disandang La Albiceleste, Swiss datang membawa modal impresif yang membuat duel ini diprediksi berlangsung ketat.

Sejak babak kualifikasi hingga menembus perempat final, Swiss belum pernah berada dalam posisi tertinggal. Catatan tersebut menjadi bukti solidnya organisasi permainan tim besutan Murat Yakin sekaligus modal berharga untuk menghadapi salah satu favorit juara.

Di sisi lain, Argentina juga mengusung rekor yang tak kalah mengesankan. Sejak 22 November 2022, Lionel Messi dan kawan-kawan belum pernah menelan kekalahan di ajang Piala Dunia. Mental juara yang terus terjaga menjadi senjata utama Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar.

Secara historis, Argentina juga unggul atas Swiss. Dari tujuh pertemuan, Albiceleste membukukan lima kemenangan dan dua hasil imbang. Argentina mencetak 15 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2014, ketika gol tunggal Ángel Di María memastikan kemenangan 1-0 bagi Argentina.

Babak Pertama Inggris vs Norwegia Berakhir Imbang 1-1, Bellingham Balas Gol di Perempat Final Piala Dunia 2026

Meski demikian, rekor tersebut diyakini tidak akan banyak berpengaruh saat kedua tim kembali bertemu. Swiss menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang turnamen dan mampu membangun pertahanan yang sulit ditembus lawan.

Perjalanan Argentina menuju delapan besar juga tidak sepenuhnya mulus. Setelah tampil dominan di fase grup, mereka dipaksa bekerja ekstra keras pada fase gugur. Tanjung Verde membawa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu, sementara Mesir nyaris menghentikan langkah sang juara bertahan sebelum kebangkitan Lionel Messi dan Enzo Fernández membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2.

Baca Juga:  Grand Mercure Malang Mirama Umumkan Pemenang Undian Ramadhan, 1 Perempuan Warga Lamongan Dapat Tiket Umroh

Comeback Dramatis! Inggris Tumbangkan Norwegia 2-1, Jude Bellingham Antar The Three Lions ke Semifinal

Hingga perempat final, Argentina tampil produktif dengan mencetak 14 gol dan hanya kebobolan lima kali. Mereka juga menguasai rata-rata 60,4 persen penguasaan bola per pertandingan dengan produktivitas 2,8 gol setiap laga.

Kekuatan utama Argentina tidak hanya terletak pada kualitas individu pemain, tetapi juga fleksibilitas taktik. Tim asuhan Lionel Scaloni mampu mengubah pendekatan permainan di tengah pertandingan, termasuk saat melakukan perubahan formasi ketika tertinggal dari Mesir hingga akhirnya sukses membalikkan keadaan.

Di lini depan, Lionel Messi masih menjadi tumpuan utama Albiceleste. Kapten Argentina itu telah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen dan masih berpeluang menambah pundi-pundi golnya. Selain mengandalkan kreativitas Messi, Argentina juga dikenal efektif mencetak gol melalui situasi bola mati, serangan balik cepat, maupun permainan terbuka.

Sementara itu, Swiss diperkirakan akan mengandalkan disiplin bertahan dan transisi cepat untuk meredam agresivitas Argentina. Duel strategi antara Lionel Scaloni dan Murat Yakin diprediksi menjadi salah satu faktor penentu dalam perebutan tiket semifinal.

Dengan rekor pertemuan yang berpihak kepada Argentina dan konsistensi Swiss yang belum pernah tertinggal sepanjang turnamen, laga ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *