Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
23/06/2026
SMARTLIVE

Bakti Literasi 2026 UM Libatkan 65 Siswa Singosari, Resmikan Pojok Literasi dan Donasikan 35 Buku

rifamahmudah
  • Juni 23, 2026
  • 2 min read
Bakti Literasi 2026 UM Libatkan 65 Siswa Singosari, Resmikan Pojok Literasi dan Donasikan 35 Buku

CITILIVE,MALANG – Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Bakti Literasi 2026 di MI Al-Ma’arif 03 Langlang, Singosari, dan Museum Singhasari, Jumat-Sabtu (12–13/6/2026). Program ini diikuti 65 siswa kelas IV dan V dengan fokus pada penguatan literasi sekaligus pengenalan budaya lokal.

Dalam kegiatan tersebut, panitia meresmikan Pojok Literasi di MI Al-Ma’arif 03 Langlang dan menyerahkan donasi 35 buku bacaan untuk mendukung akses belajar siswa. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan menulis cerpen bertema budaya, menghias majalah dinding literasi, tur edukatif di Museum Singhasari, hingga pertunjukan boneka tangan yang diadaptasi dari karya siswa.

Ketua Pelaksana Bakti Literasi 2026, Wahyu Ananda Utama, mengatakan program ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal kepada pelajar melalui metode yang interaktif.

“Bakti Literasi kami rancang bukan hanya untuk memperkuat budaya membaca, tetapi juga agar siswa lebih dekat dengan budaya lokal melalui kegiatan menulis, berkarya, dan belajar langsung di museum,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan hari pertama dipusatkan di MI Al-Ma’arif 03 Langlang. Selain peresmian pojok literasi dan penyerahan buku, siswa mendapat materi literasi bertajuk Merangkai Aksara dalam Bingkai Tradisi yang disampaikan Prof. Dr. Roekhan, M.Pd. Materi tersebut menekankan pentingnya literasi dalam memahami, mendokumentasikan, dan mewariskan nilai budaya kepada generasi muda.

Setelah itu, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti pelatihan menulis cerpen bertema budaya dan membuat majalah dinding literasi. Kegiatan ini diarahkan untuk melatih kemampuan menulis, kreativitas, kerja sama tim, serta keberanian menyampaikan gagasan melalui karya sastra.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di Museum Singhasari. Peserta diajak mengunjungi pameran hasil karya kelompok, mengikuti tur edukatif mengenal sejarah Kerajaan Singhasari, serta menyaksikan pembacaan puisi dan pertunjukan boneka tangan berdasarkan cerpen karya siswa.

Baca Juga:  Ilmu Keperawatan, Info jurusan dan Prospek Kerja

Penampilan tersebut sekaligus dilombakan, dengan tiga kelompok terbaik mendapatkan penghargaan atas kreativitas, kekompakan, dan kemampuan mengolah karya sastra menjadi pertunjukan edukatif.

Kepala MI Al-Ma’arif 03 Langlang, Hj. Ummu Aiman, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Anak-anak tidak hanya diajak membaca dan menulis, tetapi juga dikenalkan pada budaya lokal dengan cara yang menyenangkan,” katanya.

Melalui Bakti Literasi 2026, mahasiswa Sastra Indonesia UM tidak hanya menghadirkan kegiatan literasi di sekolah, tetapi juga meninggalkan luaran nyata berupa pojok baca, donasi buku, dan pengalaman belajar berbasis budaya bagi siswa. Program ini diharapkan dapat memperkuat budaya baca di sekolah sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *