Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
22/06/2026
CITILIVE

Wali Kota Malang Perkuat Upaya Cegah Perkawinan Anak Lewat Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas

rifamahmudah
  • Juni 22, 2026
  • 3 min read
Wali Kota Malang Perkuat Upaya Cegah Perkawinan Anak Lewat Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas

CITILIVE,MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan anak melalui berbagai program strategis yang berfokus pada pencegahan perkawinan anak. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penguatan program berbasis partisipasi masyarakat, pengasuhan keluarga, hingga keterlibatan anak dalam proses pembangunan daerah.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari langkah Pemerintah Kota Malang dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak. Sejumlah inovasi yang selama ini dijalankan pun mendapat perhatian dalam proses evaluasi program perlindungan anak di Kota Malang.

Berbagai program yang menjadi andalan antara lain Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Anak, RT Berkelas, penguatan Forum Anak, edukasi kesehatan reproduksi remaja, serta pendampingan keluarga berbasis masyarakat. Seluruh program itu diarahkan untuk menekan risiko perkawinan anak yang dinilai masih berkaitan erat dengan persoalan sosial lainnya, seperti putus sekolah, stunting, kemiskinan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Wahyu Hidayat menilai pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan keluarga, sekolah, lingkungan, hingga perangkat daerah agar anak-anak di Kota Malang tumbuh dalam ruang yang aman dan mendukung masa depan mereka.

Karena itu, Pemerintah Kota Malang terus memperkuat intervensi dari hulu. Salah satunya melalui Musrenbang Tematik Anak, yang memberi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Bagi Wahyu, forum tersebut penting untuk memastikan suara anak turut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, program RT Berkelas dioptimalkan sebagai wadah penguatan ketahanan keluarga di tingkat lingkungan. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif membangun pola pengasuhan yang sehat, meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, serta menciptakan lingkungan sosial yang mampu mencegah berbagai risiko yang mengancam anak, termasuk perkawinan dini.

Baca Juga:  Program Ngalam Pinter Direalisasikan: Wali Kota Malang Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa Baru

Tak hanya itu, penguatan perlindungan anak di Kota Malang juga dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah Kota Malang melibatkan DP3AP2KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, aparat kewilayahan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas peduli anak untuk memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan.

Wali Kota Malang menegaskan, anak-anak merupakan aset masa depan yang harus dijaga bersama. Karena itu, kebijakan perlindungan anak tidak boleh berhenti pada tataran administratif, tetapi harus hadir nyata di tengah masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh.

Melalui penguatan berbagai program tersebut, Wahyu Hidayat berharap kesadaran masyarakat untuk mencegah perkawinan anak semakin meningkat. Dengan dukungan semua pihak, Kota Malang diharapkan mampu menghadirkan ekosistem perlindungan anak yang lebih kuat, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Komitmen ini sekaligus menegaskan langkah Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinan Wali Kota Wahyu Hidayat dalam mewujudkan kota yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga hadir sebagai rumah yang aman, nyaman, dan berpihak pada masa depan anak-anak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *