Sebelum Perayaan Nyepi, Ini Rangkaian Ritual yang Dilakukan Umat Hindu
POPULER – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, Kamis (19/3) umat Hindu menjalani serangkaian ritual keagamaan sebagai bentuk penyucian diri dan alam semesta. Rangkaian ini dilakukan beberapa hari sebelum hari raya yang dikenal sebagai hari hening bagi umat Hindu.
Di wilayah Malang Raya, salah satu ritual yang dilaksanakan adalah Melasti atau Jalanidhi Puja yang digelar di kawasan Pantai Balekambang. Ritual ini menjadi bagian penting dari persiapan spiritual umat Hindu sebelum memasuki Nyepi.
Secara umum, terdapat beberapa tahapan ritual yang biasanya dilakukan menjelang Nyepi.
- Melasti atau Jalanidhi Puja
Melasti merupakan ritual penyucian diri dan benda-benda sakral yang dimiliki oleh pura. Prosesi ini biasanya dilakukan di sumber air seperti laut, danau, atau sungai.
Dalam ritual ini, umat Hindu membawa berbagai simbol suci dari pura menuju sumber air untuk disucikan. Air dianggap sebagai unsur alam yang memiliki kekuatan untuk membersihkan segala kotoran secara spiritual.
Prosesi Melasti juga menjadi simbol pembersihan diri dari sifat buruk serta memohon keselamatan sebelum memasuki hari suci Nyepi.
- Tawur Kesanga
Ritual berikutnya adalah Tawur Kesanga yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Upacara ini merupakan persembahan kepada unsur-unsur alam semesta sebagai bentuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Dalam tradisi Hindu, Tawur Kesanga bertujuan menetralkan energi negatif yang dipercaya dapat mengganggu keharmonisan kehidupan.
- Pawai Ogoh-Ogoh
Setelah Tawur Kesanga, biasanya masyarakat Hindu mengadakan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang melambangkan sifat buruk atau energi negatif.
Patung tersebut diarak keliling kampung sebagai simbol pembersihan diri dari sifat-sifat buruk. Di beberapa daerah, ogoh-ogoh kemudian dimusnahkan sebagai tanda bahwa energi negatif telah dihilangkan.
- Hari Raya Nyepi
Setelah berbagai ritual tersebut dilaksanakan, umat Hindu kemudian memasuki puncak perayaan Nyepi. Pada hari ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan utama.
Empat pantangan tersebut meliputi tidak menyalakan api atau lampu, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak mencari hiburan. Suasana hening ini dimaknai sebagai waktu untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam semesta.
Tradisi yang Mengandung Nilai Spiritual dan Toleransi
Rangkaian ritual menjelang Nyepi tidak hanya memiliki makna religius bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang sarat nilai spiritual.
Di berbagai daerah, pelaksanaan ritual ini seringkali juga mendapat dukungan masyarakat lintas agama sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan toleransi.
Perlu diketahui, umat hindu Malang Raya menggelar ritual Melasti atau Jalanidhi Puja di kawasan Pantai Balekambang, Sabtu (14/3/2026).
Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang akan diperingati oleh umat Hindu dalam waktu dekat. Ritual tersebut bertujuan untuk melakukan penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki hari suci Nyepi.
Melalui rangkaian ritual tersebut, umat Hindu diharapkan dapat memasuki Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih serta semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih harmonis.
