Ramadan Hari ke-15: Hajat Dikabulkan, Didoakan Malaikat, Diberi 40 Cahaya di Akhirat
POPULER – Memasuki hari ke-15 bulan suci Ramadan, umat Islam berada di fase pertengahan yang dikenal sebagai masa maghfirah atau ampunan. Dalam sejumlah literatur keislaman, hari ke-15 disebut memiliki keutamaan besar bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Salah satu rujukan yang kerap dikutip adalah Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, yang memuat penjelasan mengenai keutamaan bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa puasa pada hari ke-15 Ramadan mengandung sejumlah keistimewaan, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
Keutamaan pertama adalah dikabulkannya hajat atau kebutuhan seorang hamba. Disebutkan bahwa Allah SWT akan memenuhi hajat dunia dan akhirat bagi mereka yang berpuasa dengan sungguh-sungguh pada hari tersebut. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan hidup, keberkahan rezeki, serta keselamatan di akhirat.
Selain itu, orang yang berpuasa di hari ke-15 juga disebut memperoleh pahala serta kesabaran sebagaimana yang dianugerahkan kepada Nabi Ayyub AS. Nabi Ayyub dikenal sebagai sosok yang diuji dengan sakit dan kehilangan harta maupun keluarga, namun tetap sabar dan teguh dalam keimanan. Nilai kesabaran tersebut menjadi esensi dari ibadah puasa, yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, dan hawa nafsu.
Keutamaan lainnya adalah didoakannya orang yang berpuasa oleh malaikat pemikul Arasy dan malaikat penjaga Kursi. Dalam literatur tersebut dijelaskan, para malaikat memohonkan ampunan bagi hamba yang menunaikan puasa di hari ke-15 Ramadan, sebagai bentuk kemuliaan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT.
Tidak hanya itu, disebutkan pula bahwa Allah akan memberikan 40 cahaya pada hari kiamat, masing-masing 10 cahaya di sebelah kanan, 10 di kiri, 10 di depan, dan 10 di belakang. Cahaya tersebut diartikan sebagai penerang dan pelindung dalam menghadapi situasi sulit di hari akhir.
Secara umum, Ramadan sering dibagi menjadi tiga fase: sepuluh hari pertama sebagai rahmat, sepuluh hari kedua sebagai maghfirah (ampunan), dan sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka. Hari ke-15 berada tepat di fase maghfirah, yang diyakini sebagai waktu utama untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki kualitas ibadah.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, pertengahan Ramadan menjadi momentum refleksi bagi umat Islam. Konsistensi dalam beribadah, menjaga niat, serta memperbanyak doa dan amalan menjadi kunci agar Ramadan tidak berlalu tanpa makna.
Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang pembinaan spiritual. Hari ke-15 menjadi pengingat agar semangat ibadah tetap terjaga hingga memasuki sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan.
