Kurma, Buah Sunnah Rasul: Mengapa Identik dengan Ramadan?
POPULER – Setiap Ramadan tiba, kurma hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Buah kecil berwarna cokelat ini bukan sekadar makanan manis, tetapi memiliki jejak sejarah panjang dalam peradaban Islam. Kurma dikenal sebagai buah sunnah Rasulullah SAW dan menjadi simbol kuat bulan Ramadan.
Lantas, mengapa kurma begitu identik dengan puasa?
Sunnah Berbuka dengan Kurma
Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW dianjurkan berbuka puasa dengan kurma sebelum melaksanakan salat Magrib. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air.
Tradisi ini kemudian diikuti umat Islam di seluruh dunia. Kurma menjadi pilihan utama karena rasanya manis alami dan cepat mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Secara ilmiah, kandungan gula alami seperti glukosa dan fruktosa dalam kurma membantu tubuh memulihkan kadar gula darah secara cepat namun stabil.
Jejak Sejarah di Madinah
Kurma bukan hanya makanan, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat Arab sejak ribuan tahun lalu. Di kota Madinah, tempat Rasulullah SAW menetap setelah hijrah, pohon kurma tumbuh subur dan menjadi sumber pangan utama.
Pada masa awal Islam, kebun-kebun kurma menjadi tulang punggung ekonomi warga Madinah. Bahkan, Masjid Nabawi pada masa awal dibangun dengan tiang dari batang pohon kurma.
Kurma juga kerap disebut dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam kisah Maryam yang diperintahkan menggoyang pohon kurma untuk mendapatkan buahnya sebagai sumber kekuatan.
Simbol Kesederhanaan dan Keberkahan
Bagi Rasulullah SAW, kurma bukan sekadar makanan, tetapi simbol kesederhanaan hidup. Menu berbuka beliau sangat sederhana dan sering kali hanya kurma dan air.
Karena itu, ketika Ramadan datang, umat Islam berusaha meneladani kebiasaan tersebut. Tradisi ini tidak hanya bernilai kesehatan, tetapi juga spiritual: mengingatkan pada kesahajaan Nabi dalam menjalani kehidupan.
Dari Timur Tengah ke Nusantara
Seiring penyebaran Islam ke berbagai belahan dunia, kurma ikut menjadi bagian dari budaya Ramadan, termasuk di Indonesia. Meski bukan tanaman asli Nusantara, permintaan kurma meningkat tajam setiap bulan puasa.
Di berbagai pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern di Malang, kurma selalu menjadi komoditas musiman yang paling dicari menjelang Ramadan.
Kenapa Kurma Identik dengan Ramadan?
Ada tiga alasan utama:
1. Sunnah Rasulullah SAW dalam berbuka puasa
2. Nilai historis sebagai makanan pokok di Madinah
3. Manfaat kesehatan yang membantu tubuh pulih setelah berpuasa
Kurma akhirnya menjadi simbol pembuka puasa yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga sarat makna religius dan sejarah.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga momentum meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Dan di antara banyak tradisi yang mengiringinya, kurma tetap menjadi buah yang paling identik dengan bulan penuh berkah ini.

1 Comment
I usually avoid 여성알바 listings that do not show exact working hours.