Keutamaan Puasa Ramadan Hari ke-5: Ganjaran Surga Al-Ma’wa dan Momentum Penyucian Diri
POPULER – Memasuki hari kelima Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan tentang keutamaan puasa yang dijalankan dengan penuh keikhlasan. Dalam sejumlah literatur keutamaan Ramadan, puasa hari ke-5 disebut memiliki ganjaran besar berupa balasan surga yang istimewa bagi hamba yang menjaga iman dan amalnya.
Salah satu keutamaan yang masyhur disebutkan adalah janji Allah SWT berupa tempat di Surga Al-Ma’wa, dengan gambaran kemuliaan yang luar biasa.
Dalam riwayat keutamaan harian Ramadan, disebutkan bahwa pada hari ke-5 Allah SWT menjanjikan:
• Beribu-ribu kota di Surga Al-Ma’wa
• Setiap kota memiliki seribu rumah
• Di setiap rumah terdapat seribu meja makan
• Setiap meja menyediakan puluhan ribu jenis hidangan nikmat yang berbeda-beda
Gambaran tersebut menunjukkan betapa besar balasan bagi orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan dan menjaga amalnya dari hal-hal yang merusak pahala.
Selain janji kenikmatan surga, hari kelima Ramadan juga menjadi momentum memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas dosa-dosa yang lalu. Ulama menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan pengampunan, sehingga setiap hari menjadi kesempatan memperbaiki diri.
Puasa yang dijalankan dengan iman dan mengharap pahala (ihtisab) menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ.
Keutamaan hari ke-5 juga menjadi pengingat agar umat Islam menjaga kualitas puasanya. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga:
• Menjaga lisan dari kebohongan dan ghibah
• Mengendalikan emosi
• Menahan pandangan
• Menghindari perbuatan yang mengurangi pahala
Ramadan merupakan madrasah pengendalian diri. Setiap hari adalah latihan spiritual untuk menyucikan hati dan memperkuat ketakwaan.
Para ulama mengingatkan bahwa seluruh keutamaan tersebut diraih dengan keikhlasan. Puasa bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang balasannya langsung dari Allah SWT dan tidak terbatas nilainya.
Hari kelima Ramadan menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju sepuluh hari pertama penuh rahmat harus diisi dengan peningkatan kualitas ibadah, bukan sekadar menjalani hari demi hari.
Dengan menjaga niat, amal, dan akhlak, umat Islam diharapkan meraih keutamaan yang dijanjikan serta termasuk golongan hamba yang mendapatkan rahmat dan ampunan di bulan suci ini.
