Keutamaan Puasa Hari Ke-3 Ramadan 1447 H/2026: Janji Surga Firdaus dan Ampunan Allah
POPULER – Memasuki hari ketiga Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, umat Islam kembali diingatkan tentang berbagai keutamaan puasa di awal bulan suci. Sejumlah literatur keagamaan
menyebutkan, puasa hari ke-3 Ramadan termasuk dalam rangkaian 10 hari pertama yang penuh rahmat dan janji kebaikan dari Allah SWT.
Dalam beberapa kitab fadhilah Ramadan dijelaskan, orang yang menjaga puasanya dengan penuh keimanan dan keikhlasan pada hari ketiga dijanjikan balasan berupa tempat istimewa di Surga Firdaus. Balasan tersebut digambarkan sebagai taman yang dipenuhi permata indah, rumah-rumah bercahaya, serta kenikmatan yang disiapkan bagi hamba yang taat.
Balasan Surga Firdaus
Keutamaan puasa hari ke-3 Ramadan disebutkan berupa janji Allah SWT memberikan tempat yang mulia di Surga Firdaus. Dalam riwayat yang beredar di masyarakat, digambarkan adanya ribuan rumah dari cahaya dan kenikmatan surga sebagai balasan bagi mereka yang menjaga ibadahnya.
Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam memahami deskripsi tersebut sebagai motivasi spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan semata-mata memahami secara tekstual.
Ampunan dan Seruan Malaikat
Disebutkan pula, pada malam ketiga Ramadan, malaikat di bawah ‘Arasy menyeru umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan. Allah SWT menjanjikan ampunan bagi dosa-dosa yang telah lalu bagi hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah dan taubatnya.
Sepuluh hari pertama Ramadan memang dikenal sebagai fase rahmat, di mana pintu surga dibuka dan kesempatan memperoleh ampunan terbuka luas.
Doa Dikabulkan dan Permohonan Akal Sehat
Hari ketiga Ramadan juga menjadi momentum memperbanyak doa. Umat Islam dianjurkan memohon agar diberikan akal sehat, kewaspadaan, serta dijauhkan dari kebodohan dan kesesatan. Nilai utama puasa tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pada pengendalian diri dan peningkatan kualitas spiritual.
Para tokoh agama menegaskan bahwa keutamaan puasa harus diiringi dengan konsistensi ibadah, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak. Dengan demikian, pahala dan janji kebaikan yang disebutkan dalam berbagai literatur dapat dimaknai sebagai dorongan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sepanjang Ramadan 2026.
