Fadhilah Puasa Hari Keempat Ramadan: Benarkah Dijanjikan 70 Ribu Istana di Surga?
POPULER – Puasa hari keempat Ramadan 1447 H disebut sebagai bagian dari fase 10 hari pertama (rahmah), di mana Allah SWT melimpahkan kasih sayang dan pahala berlipat bagi orang yang berpuasa.
Dalam sejumlah kitab fadhilah Ramadan yang beredar di kalangan ulama klasik, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari keempat akan mendapatkan keutamaan besar, termasuk balasan berupa Surga Khuld.
Keutamaan Puasa Hari Keempat Ramadan
Merujuk pada literatur seperti Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Ibnu Rajab al-Hanbali, disebutkan bahwa keutamaan puasa hari keempat di antaranya:
• Dijanjikan Surga Khuld
• Mendapatkan 70.000 istana di surga
• Setiap istana memiliki 70.000 rumah
• Setiap rumah terdapat 50.000 tempat tidur lengkap dengan bidadari
Namun para ulama juga mengingatkan bahwa sebagian riwayat tentang fadhilah harian Ramadan memiliki kualitas hadis yang beragam, bahkan ada yang dinilai dhaif (lemah). Karena itu, umat Islam dianjurkan memahami keutamaan ini sebagai motivasi ibadah, bukan sebagai kepastian matematis balasan.
Doa Puasa Hari Keempat Ramadan
Doa yang dianjurkan dibaca pada hari keempat Ramadan adalah:
“Allâhumma qawwinî fîhi ‘alâ iqâmati amrika, wa adzhiqnî fîhi halâwata dzikrika, wa awzi’nî fîhi li adâ’i syukrika bikaramika, wahfazhnî fîhi bihifzhika wa sitrika, yâ absar an-nâzhirîn.”
Artinya:
“Ya Allah, kuatkanlah aku untuk menegakkan perintah-Mu, karuniakanlah kepadaku kenikmatan dalam mengingat-Mu, berilah aku kemampuan untuk mensyukuri nikmat-Mu dengan kemuliaan-Mu, dan jagalah aku dengan penjagaan serta perlindungan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Melihat.”
Doa ini berisi permohonan kekuatan ibadah, kenikmatan berzikir, dan perlindungan Allah SWT.
Pahala Salat Tarawih Malam Keempat
Dalam riwayat yang juga populer di masyarakat, disebutkan bahwa pahala salat tarawih malam keempat Ramadan setara dengan pahala membaca empat kitab suci, yaitu:
• Taurat
• Injil
• Zabur
• Al-Qur’an
Meski demikian, para ahli hadis kembali mengingatkan agar umat Islam tetap merujuk pada sumber yang sahih dan tidak menjadikan riwayat fadhilah sebagai satu-satunya dasar keyakinan.
Secara substansi, hari keempat Ramadan menjadi momen untuk:
• Menjaga konsistensi (istiqomah) ibadah setelah memasuki pekan pertama
• Menguatkan nilai rahmah dalam keluarga
• Memperbanyak doa dan zikir
• Menghidupkan suasana kebersamaan, seperti berbuka puasa tanpa distraksi gawai
Sepuluh hari pertama Ramadan memang dikenal sebagai fase rahmat, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan:
“Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” Karena itu, esensi puasa hari keempat bukan semata pada janji balasan materi di surga, melainkan pada penguatan spiritual, kedisiplinan ibadah, serta peningkatan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
