NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
04/10/2022
POPDAILY

Inilah Alasan Banyak Orang Menyerah dengan WFH

  • November 3, 2020
  • 5 min read
Inilah Alasan Banyak Orang Menyerah dengan WFH

POPDAILY, malangpost.id – Pandemi Covid-19 masih belum reda. Bahkan, beberapa pekan yang lalu malah kasusnya bertambah. Alhasil, pemerintah kembali memperketat protokol kesehatan. Di sisi lain, mereka yang bekerja dari rumah mulai menyerah dengan WFH. Alasannya cukup beragam dan dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang. 

Mengenal Work From Home (WFH) 

Semenjak adanya pandemi, istilah Work From Home atau WFH banyak didengungkan. Istilah yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bekerja dari rumah ini dilakoni oleh para pekerja kantoran. Biasanya mereka memiliki rutinitas bekerja di kantor. Pulang ke rumah hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan lalu beristirahat. 

Namun, kondisi berbeda sejak pandemi. Para pekerja kantoran tersebut mesti mengerjakan seluruhnya dari rumah. Contoh lain juga dialami oleh guru dan tenaga pendidik lainnya. Mereka harus menyampaikan materi pembelajaran melalui meeting di komputer. Rutinitas baru seperti ini disinyalir lebih melelelahkan dibandingkan kerja seperti biasanya. 

Salah Satu Alasan Orang Menyerah dengan WFH Karena Sulitnya Menyaring Informasi yang Semakin Banyak 

Tak seperti bertemu langsung, informasi yang diterima secara daring terkadang kurang jelas. Apalagi arus informasi yang semakin deras dengan simpang siurnya informasi yang beredar semakin menambah kebingungan. Terutama berkaitan dengan bidang kerja itu sendiri memang diperlukan banyak koordinasi. 

Belum lagi maraknya berita tentang Covid-19. Bagi sebagian orang, berita-berita tersebut sangat sulit dicerna. Hal ini menimbulkan perasaan cemas, khawatir, was-was yang nyatanya sulit untuk diatasi. Kedua hal tersebut membuat para pekerja lelah secara pikiran dan mental. 

Menyesuaikan Hal-Hal yang Sebelumnya Otomatis 

Kelelahan dapat terjadi karena faktor berganti atau berpindahnya aktivitas sehari-hari. Misalnya dari yang awalnya hanya mengerjakan rutinitas ini saja, tiba-tiba dihadapkan dengan urusan lain yang tak kalah menambah pikiran. Bahkan, hal ini terjadi bisa karena hal yang awalnya tidak ada menjadi ada. 

Contohnya saja seperti melakukan koordinasi dengan cara rapat kerja. Ketika di kantor, Anda dengan mudah terhubung dengan atasan daan rekan kerja yang lain. Sementara itu, ketika pekerjaan dipindahkan ke rumah, rapat seperti ini membutuhkan penyesuaian yang cukup berat. Salah satu contoh nyatanya adalah untuk selalu terhubung dengan internet. 

Nah, hal-hal mengenai sinyal ini tidak pernah muncul sebelumnya. Dengan kata lain, masalah koneksi dengan rekan kerja sudah otomatis mudah dan terjangkau. Kondisi inilah yang membuat orang menyerah dengan WFH. 

Berdampak pada Malas Gerak 

Tak dapat dimungkiri, di rumah saja membuat banyak orang menjadi malas gerak. Bagaimana tidak, mereka cenderung hanya rebahan dan melakukan kerja dari satu ruang rumah saja. Bisa jadi dalam satu hari bisa duduk untuk bekerja selama lima sampai enam jam. Hal ini memicu seseorang untuk tidak melakukan pergerakan secara aktif. 

Padahal, aktif bergerak adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Misalnya saja dengan olahraga tubuh menjadi lebih bugar. Namun, WFH malah berdampak seseorang menjadi malas gerak. Lambat laun dampak ini mulai terasa dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun.  

Akhirnya mereka ingin kembali beraktivitas di kantor seperti biasa. Aktivitas di kantor membuat diri kita aktif bergerak. Misalnya dengan naaik turun tangga ataupun berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Secara kesehatan, aktivitas ini membuat aliran darah menjadi lancar. 

Aduh, Jam Kerja Terasa Lebih Panjang 

“Jam pulang” memang sangat ditunggu-tunggu oleh para pekerja kantoran. Biasanya dengan berorientasi pada waktu ini, mereka cenderung lebih terstruktur dalam bekerja. Adanya aturan di kantor bukan hanya berdampak baik kepada karyawan saja, tetapi juga berdampak pada seluruh warga kantor. 

Sementara itu, kalau bekerja di rumah terkadang sulit untuk melakukan kerja secara kondusif. Apalagi para ibu yang memiliki buah hati yang masih kecil. Tentu akan banyak penyesuaian yang kadang merepotkan hingga mengganggu pekerjaan. Alhasil, distraksi tersebut membuat pekerja menunda-nunda pekerjaan. 

Hal seperti ini menjadi pilihan yang terbaik untuk dilakukan. Sebab, jika bekerja dengan gangguan, bisa jadi pekerjaan menjadi tidak maksimal. Karena faktor menuda ini, jam kerja terasa lebih lama. Pekerjaan yang telah ditetapkan pada hari itu dapat diselesaikan dalam waktu yang cukup panjang. 

Multitasking Ternyata Melelahkan hingga Membuat Orang Menyerah dengan WFH

Terakhir, banyak pekerja yang sangat menghindari multitasking. Selain karena harus berpikir dengan banyka pekerjaan, multitasking dirasa kurang efektif bagi pekerja kantoran. Sebab, WFH bukan hanya mengurusi pekerjaan kantor saja, tetapi juga mengurusi pekerjaan rumah. Tuntutan untuk multitasking ini benar-benar melelahkan. 

Hal inilah yang paling banyak membuat orang menyerah dengan WFH. Membagi waktu untuk video call, urusan administrasi, memeriksa email membuat fisik lebih capek. Adapun bagi freelancer, WFH ini juga berdampak. Dengan adanya pekerja yang berpindah ke rumah membuat dirinya merasa terganggu, bahkan bisa stress. 

Itulah sederetan alasan mengapa WFH sangat melelahkan. Bahkan, sebagian besar orang menyerah dengan WFH dan ingin segera menjalani rutinitas di kantor. Cukup banyak penyebabnya bukan? Baik berdampak pada fisik maupun mental, WFH ini mesti dilakukan penyesuaian.  

Jalan terbaik saat ini adalah tetap menaati protokol kesehatan agar Covid-19 cepat berakhir. Kondisi inilah yang diinginkan oleh para pekerja agar tidak terus-terusan bekerja dari rumah saja.