NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
02/10/2022
OLAHRAGA

Catur, Olahraga Atau Bukan Ya?

  • Oktober 22, 2020
  • 3 min read
Catur, Olahraga Atau Bukan Ya?

OLAHRAGA, malangpost.id – Mungkin Anda termasuk salah satu dari sekian orang yang setuju kalau olahraga adalah aktivitas fisik yang dapat mengeluarkan keringat. Nah, menurut Anda bagaimana dengan catur?

Memang, sebagian orang menganggap catur merupakan bagian dari olahraga, sebagian lain beranggapan catur bukan merupakan aktivitas sport. Catur sangat digemari banyak orang dan dimainkan dalam berbagai kompetisi.

Namun, hingga kini catur masih menimbulkan perdebatan, termasuk dalam kategori olahraga atau bukan? Jika iya, tentu catur bisa jadi pilihan aktivitas fisik di masa pandemi.

Catur, olahraga atau bukan?

Pihak yang tidak setuju catur termasuk olahraga beragumen kalau catur hanya dilakukan dengan duduk tanpa melibatkan aktivitas fisik yang berat.

Nyatanya, meski tak mengeluarkan keringat, catur juga cukup melelahkan karena otak harus berpikir keras memikirkan strategi yang akan dimainkan untuk mengalahkan lawan.

Selain itu, catur juga memerlukan ketangguhan fisik, terutama jika permainan catur berlangsung dengan durasi panjang hingga beberapa jam.

Hal inilah yang menjadi argumen orang yang setuju catur merupakan cabang sport. Faktanya, catur memang dapat dikategorikan sebagai olahraga. Simak yuks alasannya mengapa demikian!

Baca juga: Selain Bersepeda, Ini Jenis Olahraga Populer Lainnya Di Masa Pandemi

Alasan catur dapat dikategorikan sebagai olahraga

Ada beberapa poin yang membuat catur dikategorikan sebagai cabang olahraga. Diantaranya adalah:

Memerlukan latihan

Tidak berbeda dengan cabang olahraga lain yang membutuhkan latihan, begitu juga dengan catur. Dalam hal ini, pemain perlu melatih otak dengan berbagai macam strategi permainan catur.

Sehingga, anggota tubuh yang berperan paling besar adalah otak. Diperlukan energi yang cukup besar saat pemain berkonsentrasi tinggi dan memusatkan perhatian dalam memainkan catur.

Strategi

Sama seperti cabang sport lainnya yang menggunakan taktik atau strategi untuk memenangkan permainan, pemain catur juga memerlukan strategi agar bisa memenangkan permainan.

Pemain harus bisa memprediksi langkah yang akan diambil, kapan waktu untuk menyerang atau bertahan. Selain itu, pemain juga harus memiliki lebih dari satu strategi untuk mengantisipasi langkah lawan.

Fisik yang kuat

Anda tentu tahu para atlet berlatih agar memiliki fisik yang kuat, sehingga mampu memainkan permainan dalam waktu yang cukup panjang.

Begitu juga dengan pemain catur. Layaknya aktivitas sport lain, pemain catur juga bisa merasakan stress dan kelelahan selama dan setelah bertanding. Tidak jarang, pemain catur akan berkeringat selama bertanding.

Karena itu, pemain catur harus memiliki fisik yang kuat untuk bisa terus berkonsentrasi, berpikir, dan duduk selama berjam-jam.

Apakah catur menyehatkan?

Berdasarkan hasil riset, bermain catur selama 60 menit mampu membakar hingga 90 kalori. Hal ini setara dengan aktivitas mendayung dengan santai sejauh 1km.

Dilansir dari halodoc.com, menurut Robert Sapolsky, seorang neurologist dari Stanford University, bahkan para grandmaster catur mampu membakar 6000-7000 kalori dalam satu kompetisi.

Selain mampu membakar kalori, catur juga memiliki manfaat bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin seperti aktivitas fisik lainnya. Manfaat tersebut diantaranya adalah meningkatkan IQ, meningkatkan kreativitas, meminimalisir penyakit demensia, meningkatkan fungsi memori, dan lainnya.

Nah, itu tadi beberapa ulasan mengapa catur dianggap sebagai olahraga. Permainan yang menggunakan bidak ini memang populer, tidak saja di Indonesia namun di seluruh penjuru dunia. Anda bisa menemui catur dimainkan di mana saja, mulai dari perkampungan hingga perkotaan.

Terlebih lagi, catur juga sudah dimainkan di Olimpiade, ajang pesta olahraga dunia. Jadi, apakah Anda mau memasukkan catur sebagai alternatif olahraga di masa pandemi ini? (ds3)